
Oleh : Subarjono
Setiap amalan yang baik akan menjadi lebih sempurna dan diterima oleh Allah SWT, jika dilakukan mengikut adab-adab tertentu. Dalam mengerjakan Haji, ulama telah menggariskan beberapa adab sebelum menunaikan Haji yang perlu dipatuhi agar dapatmemperoleh Haji yang mabrur. Adab-adab tersebut adalah :
1. Niat Yang Ikhlas
Ikhlas di dalam niat adalah asas penerimaan segala ibadat . Ikhlas membersihkan jiwa yang hendak menghdap Allah SWT dari segala penyakit nafsu, seperti : ria, ujub, sombong dll
2. Bertaubat Dari Segala Dosa Dan Kezaliman
Hendaklah bersungguh-sungguh bertaubat dari maksiat dan segala yang dibenci oleh Allah, membiasakan lidah untuk mengucapkan istighfar dan berusaha serta berazam untuk meninggalkan maksiat selama-lamanya
3. Selesaikan Hak-Hak Allah : Shalat, Zakat, Nazar, Kifarat, Fidyah
4. Selesaikan Hak-hak Manusia
-Meminta maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan
-Menyelesaikan hutang-hutangnya, atau mewakilkannya kepada orang lain untuk ditunaikan hutang-hutangnya itu
-Menyelesaikan urusan-urusan yang masih belum terselesaikan dengan orang ataupun pihak lainnya yang mempunyai urusan
-Mengembalikan segala amanah yang masih dipegang kepada pemberi amanah
-Menyelesaikan pembahagian harta pusaka dan hal-hal berkaitan dengannya, seperti wasiat, hibah dan sebagainya
-Menulis wasiat menyangkut hak-hak Allah maupun hak-hak kerabat/handai taulan
-Memberi bekal untuk keluarga yang ditinggalkan untuk mencukupi kebutuhan sampai dengan kembali dari menunaikan ibadah haji
5. Mencari Keridhaan
Berusaha memperoleh keredhaan dengan cara berpamitan kepada : orang tua, suami, guru, kerabat/keluarga, sahabat
6. Memperbaiki diri ke arah yang lebih baik :
-Memahami maksud dan tujuan haji haji
-Membuang sifat-sifat buruk, keji. Melaksanakan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya
-Jangan menunggu perubahan setelah sampai di Tanah Suci atau selepas selesai mengerjakan haji, tetapi ubah diri kita dahulu dari sekarang mengikut hal-hal yang tersirat di dalam maksud dan tujuan ibadah haji.
-Rajin ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah
-Banyak membaca Al-Qur’an, berdoa dan beri’tikaf
7. Biaya haji berasal dari sumber yang halal, tidak mengandung syubhat
Imam Syafi’I, Imam Malik, Imam Abu Hanifah mengenai harta haram untuk haji : “Sah secara zahir, tetapi tidak mabrur dan jauh dari penerimaan/ridha Allah SWT”.Imam Ahmad bin Hanbal : “Tidak sah hajinya dengan harta haram”.
8. Mempelajari kaifiah (cara-cara) mengerjakan haji dengan baik sesuai Sunnah Rasulullah SAW, sebagaimana sabda beliau : “Pelajarilah manasik haji dariku karena aku tidak tahu, mungkin aku tidak lagi bisa berhaji setelah tahun ini….. “
Wallahu a’lam





















anak ambil tulisannya untuk kepentingan ummat, bukan komersil. ga papa ya pa’ kyai
Silahkan disebarkan untuk kemaslahatan umat..
Alhamdulillah,… ada pencerahan nih ’stad,..
ana mo down load E-booknya,..
syukron ’stad