Manajemen Masjid (Bagian 2)

12 07 2008

Tujuan Idarah Binail Ruhiy adalah :

1. Pembinaan pribadi muslim menjadi umat yang benar-benar mukmin.

2. Pembinaan manusia mukmin yang cinta ilmu pengetahuan dan teknologi. Sabda Rasulullah s.a.w : “Tuntutlah ilmu dari ayunan hingga ke liang lahat“.

3. Pembinaan muslimah masjid menjadi mar’atun shalihatun. Sabda Rasulullah s.a.w : “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah awnita yang saleh“.

4. Pembinaan remaja atau pemuda masjid menjadi mukmin yang selalu mendekatkan diri kepada Allah s.w.t

5. Membina umat yang giat bekerja, tekun, rajin dan disiplin yang memiliki sifat sabar, syukur, jihad dan takwa.

6. Membangun masyarakat yang memiliki sifat kasih sayang, masyarakat marhamah, masyarakat bertakwa dan masyarakat yang memupuk rasa persamaan.

7. Membangun masyarakat yang tahu dan melaksanakan kewajiban sebagaimana mestinya, masyarakat yang bersedia mengorbankan tenaga dan pikiran untuk membangun kehidupan yang diridhai Allah s.w.t

Untuk mencapai sejumlah tujuan di atas diperlukan perencanaan dan pengaturan yang serius, penggalian dan pengkajian nilai-nilai ajaran Islam secara langsung dari 2 sumber nash : Al Qur’an dan Hadits.

2. Merencanakan Idarah Masjid

Idarah masjid adalah usaha-usaha untuk merealisasikan fubgsi masjid sebagaimana mestinya. Jadi, pengetahuan dan pemahaman harus ditingkatkan menajdi amal nyata dan kegiatan yang sungguh-sungguh dalam emmbina umat Islam menjadi ummatan wasathan, umat pembawa rahmat untuk manusia.

Pelaksanaan amal yang mulia ini mensyaratkan pemikiran yang baik dan perencanaan yang matang. Sebab suksesnya amal adn berhasilnya suatu usaha tergantung kepada implementasi niat yang tidak setengah hati. Cara dan pola pikir lama yang tidak efisien perlu dirombak dan dimodernkan. Para pengurus masjid haruslah berpikir lebih keras dan kreatif dalam mengejawantahkan idarah binail ruhiy ini.

Perencanaan yang jelas merupakan prasyarat mutlak untuk peningkatan mutu kaum muslimin, baik di bidang akidah, bidang syari’ah, maupun bidang-bidang lain seperti akhlakiyah, fikriyah dan amaliyah. Para pengurus masjid harus berusaha meningkatkan kesempurnaan  ajaran hingga mencapai hasil yang maksimum. Upaya yang dilakukan pengurus masjid mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindakan perbaikan yang kontinyu yang harus dilakukan.

Program pembinaan yang efektif yang dilakukan pengurus masjid hendaklah dapat memikirkan dengan sungguh-sungguh pembinaan rohani, ilmu agama dan ilmu-ilmu sosial lainnya untuk kemajuan jamaah. Pembinaan ini misalnya dimulai dari materi khutbah Jum’at, yang mana pengurus masjid harus meninggalkan paradigma lama yang mengatakan “yang penting ada khutbah Jum’at sehingga shalat Jum’atnya sah”. Penataan tema/isi/unsur khotbah Jum’at oleh pengurus masjid perlu dilakukan dengan didasarkan atas kenyataan umum yang dialami jama’ah saat ini, yaitu :

 

a. Lemah dan kurang mantabnya akidah Islamiyah dalam jiwa umat

b. Kurangnya pengetahuan jamaah tentang agama Islam

c. Kelemahan memelihara hubungan ukhuwah Islamiyah

d. Kemerosotan dalam menumbuhkan kemerosotan akhlakul karimah

e. Kelemahan dalam membangkitkan semangat bekerja dan berusaha di kalangan umat Islam

f. Kelemahan di dalam membela diri dari serangan pihak-pihak yang ingin menghancurkan Islam.

(bersambung) 


Aksi

Information

3 responses

11 08 2008
Cak Ipoel

Selama ini mengurus masjid hanya menggunakan cara-cara tradisional, padahal dengan mengelola secera profesional Insya Allah masjid akan berkembang dan dapat memberikan manfaat bagi ummat Islam disekitarnya. Hanya yang jadi masalah adalah, cukupkah waktu kita untuk mengurus masjid secara profesional ??

12 09 2009
asep

Alhamdulillah, masih ada yang peduli menyampaikan ilmu idarah mesjid ini. Apakah point2 dalam idarah itu ada dasar hadist atau Qur’an nya? Atau hanya merupakan pendapat yang merujuk pada ilmu manajemen modern?
Sebaiknya apa yang disampaikan bukan merupakan pendapat tapi memang berdasarkan dalil-dalil qoth’I yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadist, agar tidak menjadi perdebatan yang menuju pada Jidal. Saya perhatikan beberapa poin dalam idarah itu merujuk pada ilmu manajemen modern, apakah ada tuntunan Nabi untuk memfungsikan masjid lebih baik.
?

5 02 2010
tongkal09

mantap naian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.