Hukum shalat tidak menghadap kiblat

16 02 2009

Hari Sabtu tanggal 14 Pebruari 2009, di wilayah Bojongkulur dilakukan pengukuran ulang arah kiblat di beberapa mesjid yang dilakukan oleh tim Rukyatul Hilal Indonesia (RHI). Peralatan yang dipakai cukup canggih, ada GPS, theodolit, kompas  dan perangkat software untuk menghitung arah kiblat.

Dari hasil pengukuran ulang, kedapatan Masjid Baiturrahman (Vila Nusa Indah Blok U) kurang benar arah kiblatnya (deviasi 11 derajad) sehingga kalau ditarik garis lurus, kiblatnya menjadi ke arah Yaman. Bahkan ada masjid di dekat Pasar Pocong deviasinya sampai 33 derajad, yang jika ditarik garis lurus, kiblatnya menjadi ke arah Zimbabwe (Afrika).

Panduan praktis penentuan arah kiblat bisa dilihat di sini

Koreksi sudut deklinasi dapat di-download di sini

Bagaimana hukum shalat yang tidak menghadap ke kiblat ? Berikut kutipan fatwa dari Syaikh Utsaimin mengenai hal itu. 

Tanya :

Apabila suatu jama’ah melakukan shalat tidak menghadap qiblah, bagaimanakah hukumnya ?

Jawab :

Permasalahan ini tidak lepas dari dua kemungkinan :

Pertama : mereka berada di suatu tempat yang tidak memungkinkan mereka untuk mengetahui arah qiblat, seperti mereka dalam perjalanan sedang cuaca penuh dengan awan dan mereka tidak dapat mengetahui qiblat, maka jika mereka shalat dengan berhati-hati ( berusaha agar mereka menghadap arah yang tepat ) kemudian ( setelah selesai shalat ) ternyata mereka tidak tepat pada arah qiblat, maka tidak ada kewajiban apapun bagi mereka, karena mereka telah bertaqwa kepada Allah sesuai dengan kemampuan mereka, dan Allah berfirman : ( dan bertaqwalah kamu sesuai dengan kesanggupanmu ) at-Taghabun : 16, dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : ( Jika saya memerintahkan kamu dengan suatu perkara, maka datangkanlah perkara itu sesuai dengan kemampuanmu ) HR.Bukhari dan Muslim, khusus dalam hal ini Allah berfirman : ( Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah, sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmatnya) lagi Maha Mengetahui.) al-Baqarah : 115 ( Ath-Thabari menyebutkan bahwa ayat ini turun berkenaan tentang suatu kaum yang suatu ketika tidak dapat melihat arah kiblat yang tepat, sehingga mereka shalat ke arah yang berbeda-beda, pent.)

Kedua : Mereka berada di tempat yang memungkinkan mereka untuk bertanya tentang arah qiblat yang tepat akan tetapi mereka lalai dan meremehkan ( tidak bertanya, pent), maka dalam keadaan seperti ini, mereka wajib mengqadha shalat yang mereka laksanakan dengan tidak menghadap qiblat, baik mereka mengetahui kesalahan tersebut setelah habisnya waktu shalat itu, atau sebelum habisnya waktu, karena dalam hal ini mereka salah dan sengaja salah, salah karena tidak menghadap qiblat sedang mereka tidak sengaja tidak menghadap kiblat, dan sengaja salah, karena meremehkan dengan tidak bertanya tentang qiblah tersebut, namun perlu kita ketahui bahwa miring sedikit dari arah qiblah adalaah tidak membahayakan, seperti jika ia miring ke arah kanan sedikit, atau ke kiri, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang penduduk Madinah : (antara timur dan barat adalah qiblah ) HR.Tirmidi, Ibnu Majah dan al-Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahabi. Oleh karena itu mereka yang berada sebelah utara qiblah, kita katakan kepada mereka : bahwa antara timur dan barat adalah qiblat, begitu juga mereka yang berada di sebelah selatan qiblah, dan bagi mereka yang berada di sebelah timur atau barat qiblah, kami katakan bahwa antara utara dan selatan adalah qiblat, maka miring sedikit tidak berpengaruh dan tidak membahayakan. Dan di sini ada suatu masalah yang saya perlu ingatkan yaitu : Barang siapa berada di Masjid Haram dan ia menyaksikan Ka’bah, maka wajib baginya untuk menghadap Ka’bah tersebut bukan ke arahnya, karena jika ia miring dari Ka’bah, maka dia tidak akan menghadap qiblah, dan saya melihat banyak dari kaum muslimin di Masjid Haram tidak menghadap Ka’bah, kamu mendapatkan barisan mereka memanjang, dan kamu dapat mengetahui dengan yakin bahwa kebanyakan dari mereka tidak menghadap Ka’bah, dan ini adalah suatu kesalahan yang besar yang harus diperhatikan oleh kaum muslimin, dan tidak boleh terulang, karena jika mereka shalat dalam keadaan demikian, berarti mereka telah shalat tidak menghadap qiblah.

Pertanyaan : Seorang wanita shalat tidak menghadap qiblat, dan setelah lewat beberapa saat, dia baru tahu bahwa dia shalat tidak menghadap kiblat, apakan shalatnya shah ataukah ia harus mengulangi ?

Jawab : Jika seseorang shalat tidak menghadap qiblah sedang ia mengira bahwa itu adalah qiblah, maka jika dia berada dalam kampung ( yang memungkinkannya untuk bertanya ) maka wajib baginya untuk mengulangi shalat, karena dia dapat menanyakan hal tersebut atau mencari masjid agar mengetahui qiblahnya, adapun jika ia dalam perjalanan, jika ia sudah mengeluarkan segala kemampuannya untuk mengetahui qiblah, ternyata masih salah sedang di tempat tersebut tidak mendapatkan orang yang dapat ditanya, maka tidak wajib baginya untuk mengulangi . ( yang telah dikerjakan tidak menghadap qiblah) Wallahu a’lam.

Fatwa, 28 dzulhijjah ,Majmu’ Fatawa, Syaikh ‘Utsaimin, Jilid 12, hal, 415

About these ads

Aksi

Information

11 responses

10 03 2009
rofiq

download qibla lucator
bagaimana caranya

10 03 2009
barjono

Ass wr wb
Akhi Rofiq…, qibla locator tidak untuk didownload, tetapi untuk menentukan arah kiblat secara online dengan bantuan Google Map sehingga mudah sekali aplikasinya karena setiap lokasi di muka bumi bisa kita cari dan ketahui arah kiblatnya. Arah kiblat yang diperoleh berupa sudut yang dihitung dari Kutub Utara sebenarnya (True North). Kalau mau kita aplikasikan dengan kompas, harus ada koreksi sudut deklinasi (sudut yang terbentuk oleh True North dan Magnetic North). Sudut deklinasi ini berbeda untuk setiap tempat di muka bumi dan berubah-ubah setiap tahunnya. Tabel sudut deklinasi secara periodik dikeluarkan oleh http://www.usgs.gov. Kalau pengukurannya dengan menggunakan GPS, tidak perlu ada koreksi sudut deklinasi karena arah yang diperoleh dari perangkat GPS sudah terhadap True North.
Mudah-mudahan bermanfaat
Wass wr wb

7 04 2009
Salafiyyun

Assalamualaikum Akhi Barjono

Bagaimana hukumnya jika ternyata terjadi seperti halnya pada masjid Baiturrahman (deviasi 11 derajat) apakah masih harus di benahi arah kiblatnya. Soalnya pada fatwa Syaikh Utsaimin : “namun perlu kita ketahui bahwa miring sedikit dari arah qiblah adalaah tidak membahayakan, seperti jika ia miring ke arah kanan sedikit, atau ke kiri,”. Jadi bagaimana nih?????

8 04 2009
barjono

Waalaikumussalam Akhi Salafiyyun
Kesalahan 11 derajad menurut pengertian kami cukup besar dan seyogyanya tidak diabaikan karena penyimpangan 1 derajad sama dengan 126 km, sehingga kalau 11 derajad = 1386 km……!!! yang berarti selama ini kiblat masjid mengarah ke Afrika Tengah. Saat ini sudah ada ilmu dan teknologi yang bisa diperoleh dengan mudah dan murah untuk membetulkan arah kiblat shalat, seperti kompas, GPS (Global Positioning System) dan theodolit. Tingkat ketelitian GPS sudah bisa mencapai 15 meter, untuk jarak Jakarta-Mekkah sejauh 7930 km, kesalahan 15 meter kecil sekali. Alat Theodolit juga sudah bisa membaca sudut dengan tingkat ketelitian 6 detik.

Wassalamualaikum…

27 05 2009
MASJID BAITURRAHMAN

[...] kiblat, tetapi dalam praktek arah kiblat kita masih salah ? Baca fatwa ulama tentang itu di sini : http://baiturrahmanvni.wordpress.com/2009/02/16/hukum-shalat-tidak-menghadap-kiblat/#more-562   Selamat mencoba…   Wassalamu’alaikum warahmatullahi [...]

27 05 2009
Penentuan Arah Kiblat Secara Tradisionil « Badan Koordinasi Dakwah Islam

[...] kiblat, tetapi dalam praktek arah kiblat kita masih salah ? Baca fatwa ulama tentang itu di sini : http://baiturrahmanvni.wordpress.com/2009/02/16/hukum-shalat-tidak-menghadap-kiblat/#more-562   Selamat mencoba…   Wassalamu’alaikum warahmatullahi [...]

3 08 2009
wirapati

Kalau kita berpegang pada dzahirnya hadit “miring sedikit tidak apa-apa”. ya saya kira memang miring dikit tidak apa-apa. Artinya, walau disonona satu derajat mecapai 126 km, tapi di sini memang miringnya sedikit sekali, dan hadits itu menyebutkan antara utara – selatan qiblat, antara timur – barat qiblat, itu kalau digambarkan adalah segi empat. Maka barang siapa yang berada diposisi timur ka’bah maka qiblatnya mengadap ke barat, dan juga dalam posisi yang lain. berartikalau digaris lurus tentu ada yang tidak pas ka’bah, Dzohirnya hadits seperti itu.
bahkan semua masjid rata2 bukan sekedar menghadap ke barat(bagi yg berada ditimur ka’bah), tapi semua masjid telah diarahkan ke qiblat, cuman miring sedikit, gitu. Al ibroh fi umumillafdzi(yg kita pegang adalah umumnya lafadz) La fi khususissabab(bukan adanya kekhususan sebab.kaidah fiqih). Yang kita pegang umumnya lafadz hadits itu, bukan sebab2 khusus seperti kemungkinan adanya pergeseran bumi atau adanya alat2 canggih. Kalau kita bicara falaqiah, maka kita sholat dalam jarak 10 meter saja tentu ada perbedaan derajat kemiringan walau sangat kecil sekali. Tapi kalau kita juga dengan dasar fiqih/syariah maka berpedoman hadits itu sudah sah sholatnya karena dzohirnya hadits seperti itu. Kecuali entah nanti kalau ada ta’bir yang mentolirir berapa maksimalitas derajat kemiringan.

3 09 2009
Sewa Projector Murah

makasih mas atasa artikel nya semoga ibadah sholat saya diterima olehALLAH SWT

4 10 2009
nadiri

bisa dibaca di Menentukan Arah Kiblat Sholat Menggunakan Software Google Earth
siapa tahu berguna. ada juga posting menentukan arah kiblat berdasarkan posisi matahari di blog saya juga.
tks.

18 08 2010
Penentuan Arah Kiblat Secara Tradisionil | Masjid AL – HIDAYAH C-OPB

[...] kiblat, tetapi dalam praktek arah kiblat kita masih salah ? Baca fatwa ulama tentang itu di sini : http://baiturrahmanvni.wordpress.com/2009/02/16/hukum-shalat-tidak-menghadap-kiblat/#more-562 Selamat mencoba… Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. This entry was posted in [...]

21 01 2011
aku

penentu arah kiblat
1. matahari. gratis dari Allah. tgl 16 juni dan 24 juli ba’da ashar (indonesia) matahari tepat diatas ka’bah (mekah). kendalanya tanggal, jam dan menitnya harus tepat.
2. kompas. harganya murah meriah. kendalanya perlu keahlian khusus dan ketelitian menghitung derajat.
3. gps. akurat tp harganya mahal.

perbedaan/selisih arah kiblat dari 3 alat ini kecil sekali..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.