Do’a adalah ibadah

8 12 2007

berdoa.jpg 

Oleh : Admin

Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Turmudzi menunjukkan bahwa do’a merupakan jenis ibadah yang paling  penting. Karena shalat tidak boleh ditujukan kepada Rasul atau wali. Demikian pula do’a.1.Orang yang mengatakan “ya Rasululloh” atau “Hai orang yang ghaib, berilah aku pertolongan dan anugrah”, berarti berdo’a kepada selain Allah, meskipun niatrnya bahwa yang memberi pertolongan itu Allah.Demikian pula orang yang berkata,”saya shalat untuk Rasul atau wali” meskipun dalam hatinya untuk Allah, shalat seperti itu tidak akan diterima, karena ucapannya berlawanan dengan  hatinya. Ucapan harus sesuai dengan niat dan keyakinan. Bila tidak demikian maka perbuatannya termasuk syirik yang tidak diampuni selain dengan taubat.2.Apabila ia mengatakan yang diniatkan adalah Nabi atau wali itu sebagai perantara kepada Allah, seperti menghadap raja, perlu seorang perantara maka yang demikian itu merupakan menyamakan (tasybih) Allah dengan makhluk yang dhalim. Tasybih seperti itu akan menyeretnya kepada kekufuran. Padahal Allah telah berfirman yang menyatakan kesuciannya daripada penyamaan dengan makhlukNya baik dalam dzat, sifat maupun titahNya.Firmannya : “

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (As-Syura : 11).

3.Orang-orang musyrik pada zaman Nabi Shallallahu’alaihi wasallam meyakini bahwa Allah pencipta dan pemberi rizki, tetapi mereka berdo’a kepada wali-wali (pelindung) mereka yang berwujud patung.Mereka beranggapan bahwa patung-patung itu menjadi perantara yang dapat mendekatkan mereka kepada Allah. Ternyata Allah tidak mentolerir perbuatan mereka itu bahkan mengkafirkan mereka dengan firmanNya : “

“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah berkata: kami tidak menyembah mereka kecuali hanya agar mereka dapat mendekatkan diri kami kepada Allah sedekat-dekatnya. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh Allah tidak memberikan petunjuk kepda orang-orang yang dusta dan sangat ingkar.” (Az-Zumar ; 3).

     Allah itu dekat dan mendengar, tidak perlu perantara. Firmannya :”

“Apabila hambaKu bertanya kepadamu tentang diriKu,  maka sesungguhnyaAku dekat.” (Al-Baqarah : 186).

 4.ang-orang musyrik apabila berada dalam bahaya berdo’a hanya kepada Allah saja, tetapi setelah selamat dari bahaya mereka berdo’a kepada pelindung-pelindungnya berupa patung-patung, sehingga Allah menyebut mereka sebagai orang kafir.Firmannya : “

“Dan apabila gelombang dari segenap penjuru menimpanya dan mereka yakin bahwa mereka dalam kepungan bahaya, mereka berdo’a kepada Allah dengan ikhlas semata-mata kepadanya. Mereka berkata :sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur.”(Yunus : 22).

 Maka kenapa sejumlah orang Islam berdo’a kepada para rasul dan orang-orang shaleh (selain Allah). Mereka meminta pertolongan daripadanya, baik di waktu susah maupun gembira. Apakah mereka tidak membaca firman Allah : “

“Siapa gerangan yang lebih sesat daripada orang yang berdo’a kepada selain Allah, yaitu kepada orang yang tidak dapat memberikan pertolongan sampai hari kiamat, sedangkan mereka sendiri lalai akan do’a mereka. Dan apabila mereka dikumpulkan pada hari kiamat, niscaya sesembahan mereka akan menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan mereka.” (Al-Ahqaf : 5-6).

 5.Banyak orang yang menyangka bahwa kaum musyrikin yang disebut dalam Al-Qur’an itu adalah orang yang menyembah patung yang terbuat dari batu. Anggapan itu keliru, sebab patung-patung itu dahulunya adalah nama-nama orang shaleh. Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu mengenai firman Allah dalam surat Nuh : “

“Dan mereka berkata : jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhanmu dan  jangan pula meninggalkan WADD, SUWA, YAGHUTS, YA’UQ dan NASR. (Nuh : 23).

 Ibnu Abbas mengatakan bahwa nama-nama tersebut adalah nama-nama orang-orang shaleh umat nabi Nuh u. Setelah mereka mati, setan membisikkan kepada para pengikutnya agar di tempat duduk mereka, didirikan monumen-monumen yang diberi nama dengan nama mereka. Mereka melaksanakannya namun patung-patung itu belum sampai disembah. Setelah pembuat patung-patung itu mati dan generasi berikutnya tidak lagi mengetahui asal-usulnya, patung-patung itu ahirnya disembah. 6.Allah membantah orang-orang yang berdo’a kepada para Nabi dan wali: “

“Katakanlah, panggillah mereka yang kamu anggap tuhan selain Allah. Mereka tidak mempunyai kekuasaan untuk menolak bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya. Orang-orang yang mereka seru itu sendiri justru mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat dengan Allah dan juga mengahrapkan rahmatNya serta takut akan Adzabnya. Sungguh adzab Tuhanmu itu sesuatu yang patut ditakuti.” (Al-isra’ : 56-57).

 Imam ibnu Katsir menafsirkan bahwa ayat ini turun mengenai sekelompok manusia yang menyembah jin dan berdo’a kepadanya. Jin tersebut kemudian masuk Islam. Ada juga yang mengatakan bahwa ayat ini turun mengenai orang-orang yang berdo’a kepada Isa Al-Masih dan malaikat. Dari keterangan-keterangan di atas telah jelas bahwa ayat ini membantah dan mengingkari orang-orang yang berdo’a kepada selain Allah, meskipun kepada  Nabi atau wali. 7.Ada orang yang menyangka bahwa minta tolong (istighatsah) kepada selain Allah itu boleh dengan alasan bahwa yang memberi pertolongan sebanarnya adalah Allah, seperti istighatsah kepada Rasul dan wali-wali. Ini dikatakan boleh, seperti ada orang yang berkata : saya disembuhkan oleh obat dan dokter. Pendapat ini salah dan dibantah oleh firman Allah yang mengisahkan do’a Nabi Ibrahim : “

“ Allah lah yang menciptakan aku maka  Dialah yang memberikan petunjuk kepadaku. Dialah yang memberi makan dan minum aku, dan apabila aku sakit Dialah yang  menyembuhkanku.” (Asy-syuaraa’ : 78-80).

 Ayat ini menerangkan bahwa pemberi petunjuk, rezki dan kesembuhan adalah Allah saja bukan yang lain, sedangkan obat  hanyalah sebagai sebab saja dan tidak menyembuhkan. 8.Banyak orang yang tidak dapat membedakan antara istighatsah kepada orang hidup dan istighatsah kepada orang mati. Firman Allah : “

“Tidaklah sama orang yang hidup dengan orang yang mati.” (Fathir : 22).

“Nabi Musa dimintaitolong oleh seorang dari golongannya untuk mengalahkan musuh orang itu.” (Al-Qashah : 15). Ayat ini  menceritakan tentang seorang yang minta tolong kepada Musa agar melindunginya dari musuhnya dan Musa pun menolongnya:”

“Dan Musa meninjunya sehingga matilah musuh itu.” (Al-Qashash : 15)

Adapun orang  mati tidak boleh kita meminta tolong kepadanya karena ia tidak dapat mendengar do’a kita. Andaikata mendengar pun ia tidak akan dapat memenuhi permintaan kita karena ia tidak dapat melakukannya. Firman Allah :

“Apabila kamu berdo’a kepada mereka, mereka tidak dapat mendengar do’a kamu dan  seandainya mereka dapat mendengar, mereka tidak dapat memenuhi permintaanmu. Dan pada hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu.” (Fathir : 14).

dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah itu tidak dapat membuat sesuatu apapun sedang  mereka sendiri dibuat orang. Mereka itu benda mati, tidak hidup dan mereka itu tidak dapat mengetahui kapan akan dibangkitkan.” (An-Nahl : 20-21). 8.Dalam hadits-hadits shahih terdapat keterangan bahwa menusia pada hari kiamat nanti mendatangi para Nabi untuk minta syafaat, sampai mereka mendatangi Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam untuk meminta syafaat agar segera dibebaskan. Nabi Muhammad menjawab : ya, memang saya dapat memberi syafaat, kemudian beliau sujud di bawah Arsy dan memohon kepada Allah agar mereka segera dibebaskan dan dipercepat proses penghisabannya. Syafaat ini adalah permintaan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam dan waktu itu beliau dalam keadaan hidup dimana beliau dapat berbicara dengan mereka lalu beliau memohonkan syafaat. Itulah yang diperbuat Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam.9.Argumen yang paling tepat untuk membedakan antara memohon kepada orang mati dan orang hidup adalah apa  yang dikatakan Umar bin Khatthab pada waktu terjadi kekeringan dimana beliau meminta kepada Al-Abbas paman Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam untuk mendo’akan mereka, dan Umar tidak pernah minta tolong kepada Nabi Shallallahu’alaihi wasallam setelah beliau wafat.10.Ada sejumlah ulama yang menyangka bahwa tawassul itu sama dengan istighatsah, padahal perbedaan antara keduanya besar sekali. Tawassul adalah berdo’a kepada Allah melalui perantara seperti, wahai Allah, dengan perantaraan cintaku  kepadamu dan cintaku kepada Rasulmu bebaskanlah kami. Do’a dengan cara tawassul seperti ini boleh. Istighatsah adalah berdo’a kepada selain Allah seperti, wahai Rasululloh, bebaskanlah kami. Ini tidak boleh, bahkan termasuk syirik besar berdasarkan firman Allah : “

“Dan janganlah kamu berdo’a kepada selain Allah, yang tidak  memberi manfaat  dan  tidak pula memberi madharat kepadamu, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang zalim (musyrik).” (Yunus : 106).

  





Video Haji dari Youtube

5 12 2007

Bunyikan audio komputer anda. Gambar akan terputus-putus kalau koneksi internet kurang bagus (lambat).





Kebohongan tentang peristiwa WTC

4 12 2007

wtc-new-york.gif

Beberapa tahun yang lalu pasca peristiwa robohnya WTC (11 September 2001) beredar rumor yang isinya mengkait-kaitkan kejadian itu dengan Surat At-Taubah ayat 109.

Rumor itu lengkapnya seperti ini :

QS At Taubah 109 : “Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang Zalim”.Disitu disebutkan keruntuhan sebuah bangunan karena yang mendirikannya adalah orang -orang yang zalim. Pada surat At Taubah diatas telah disebutkan kata “JURUFIN HAR” yang oleh ulama tafsir dulu diterjemahkan sebagai “ditepi jurang yang runtuh” ternyata 14 abad kemudian kata tersebut menjadi nama sebuah jalan dikota New York tempat berdirinya WTC, yaitu : Jalan JERF HAR.

 Disitu disebutkan keruntuhan sebuah bangunan karena yang mendirikannya adalah orang -orang yang zalim. Pada surat At Taubah diatas telah disebutkan kata “JURUFIN HAR” yang oleh ulama tafsir dulu diterjemahkan sebagai “ditepi jurang yang runtuh” ternyata 14 abad kemudian kata tersebut menjadi nama sebuah jalan dikota New York tempat berdirinya WTC, yaitu : Jalan JERF HAR.

Gedung WTC runtuh pada tanggal 11-9-2001. Mari kita lihat beberapa kesamaan (yang mestinya bukan hanya kebetulan semata) :

  • Tanggal 11 adalah tanggal terjadinya tragedi WTC, apakah suatu kebetulan bila surat At Taubah terletak pada juz ke 11.

  • Bulan terjadinya tragedi itu adalah bulan September (bulan ke 9), apakah secara kebetulan jika surat At Taubah berada pada urutan ke 9 dari Alquran,

  • Tahun terjadinya tragedi itu adalah tahun 2001, apakah secara kebetulan pula bila jumlah huruf dalam surat At Taubah terdiri dari 2001 huruf.

  • Jumlah tingkat di gedung WTC ada 109 tingkat, sekali lagi apakah mungkin kebetulan – berulang sampai 4 kali – bila hal tersebut sudah tertuang dalam QS At Taubah ayat 109.

  • Ternyata Allah telah memberikan khabarnya 14 abad yang lalu tanpa diketahui oleh manusia.

    Penjelasan dari seseorang lulusan Al Azhar : 

    Jika kita sedikit teliti saja maka kesimpulan itu hanya kedustaan atas nama Al Quran. Satu saja dari kesimpulan itu salah maka kesimpulan itu hanya mengada-ada.Coba kita lihat misalnya :
    1. Benarkan bangunan WTC 109 tingkat ? Tenyata tidak. Gedung WTC yang roboh itu terdiri dari 110 tingkat. Ini bukan hal yang sulit untuk dibuktikan. Datanya bisa dilihat oleh oran! g seluruh dunia. Silakan dicari di bagian search msn.com atau yahoo, cari info tentang WTC New York.
    2. Benarkan di jalan Jerf Har ? Ternyata tidak. WTC itu terletak di Wall Street.
    3. Kejadian pada tanggal 11, Surat At Taubah ada di juz 11 ? Hanya orang yang tidak pernah baca Al Quran yang mengatakan demikian. Jelas sekali mayoritas ayat Surat At Taubah ada di juz 10. Lebih detailnya surat At-Taubah terdiri dari 129 ayat, yang 92 ayat ada di juz 10 dan selebihnya (37 ayat)ada di juz 11. Apakah pencocokan tanggal kejadian WTC dengan surat At-Taubat bukan sebuah kedustaan dan “pemerkosaan” Al Quran.
    4. Di ayat 109 ada kata2 jurufin har. Sudah jelas terbantah karena jalannya bulan Jerf Har tapi Wall Street. Dalam tafsir apa pun, sepanjang saya belajar di Al Azhar University, baik di tafsir Ar Razi dan lainnya, tidak ada seorang ulama pun yang memaksudkan kalimat ‘jurufin haar” itu untuk mengisyaratkan nama sebuah jalan di Amerika. Terlalu nista dan remeh Al-Quran mengisyaratkan hanya sebuah nama jalan. Maha Suci Allah dari mengisyaratkan hal-hal remeh.
    5. Yang mengatakan jumlah huruf dari awal surat sampai ayat 109 berjumlah 2001. Maka itu juga dusta. Sebab baru sampai ayat 25 jumlah hurufnya sudah 2001. Juga yang mengatakan jumlah kalimatnya 2001, hanya mencocok-cocokkan saja.

    Saya tidak tahu ini kerjaan siapa. Yang jelas inilah gaya Israiliyah modern. Kerjaan orang-orang yang hanya ingin membuat bodoh umat Islam. Dan orang awam yang tidak tahu apa-apa mendengar kabar seperti itu akan sangat semangat mempropagandakan kesana-kemari. Ia makan mentah-mentah tanpa rasa curiga. Dan setelah itu jadi keyakinan dan opini masyarakat awam ternyata hanya kedustaan belaka. Mereka akan ragu pada Al Quran dan ulama. Padahal itu kerjaannya musuh Islam. Kapan umat ini tidak terus dibodohin orang? Dalam memahami Al Quran, kitab sucinya saja kok begitu mudah didustain orang.

    Sekali lagi, ikhwah wal akhawat, jangan mudah mempermainkan Al Quran. Alangkan bagusnya jika ayat 109 itu dibaca tafsirnya dipahami dengan baik isinya. Dipahami asbabun nuzulnya. Kandungannya dimasukkan ke dalam nurani untuk bekal hidup di dunia dan akhirat. Bukan malah diperkosa dengan zalim dan mempropagandakannya dengan semena-mena dan justru melecehkan kemukjizatan Al Quran.

    Sama seperti beberapa waktu yang lalu. Ada yang mengotak-atik rahasia angka 9 sebagai mukjizat Al Quran. Ternyata juga sebuah kedustaan, itu kerjaannya kaum Bahaiyah yang mengingkari risalah Muhammad saw.

    Apakah hakekat mu`jizat Al Quran itu ? Hakekat terbesar adalah bahwa Al-Quran adalah petunjuk bagi manusia untuk berjalan lurus meraih ridha Allah SWT. Siapa yang mengikuti petunjuk Al Quran akan selamat di dunia dan di akhirat akan memperolah nikmat yang tiada putusnya. Inilah mukjizat Al Quran sepanjang masa. Dan setan selalu ingin menjauhkan dari hekekat Al Quran ini diturunkan.

    Firman Allah, “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar” QS. Al Israa : 9

    Ini saja. Semoga bermanfaat. Mari hidup bersama Al Quran, memahami dan mengamalkan isi Al Quran. Dan membela Al Quran dari serangan orang ateis yang membenci Al Quran.

     

    Wallahu a’lam





    Masjid Nabawi Dibuka 24 Jam

    2 12 2007

    nabawi-24-jam.jpg

    Jakarta (MCH). Kabar gembira buat jemaah haji dan umrah. Sebab. Raja Abdullah yang juga sebagai Khadimul Haramain telah memutuskan untuk membuka Masjid Nabawi selama 24 jam dan tujuh hari sepekan. Sebab, selama ini Masjid Nabawi selalu ditutup sejak pukul 21.00 dan dibuka kembali pukul 03.00 dinihari.

    “Ini berita besar ketika Raja Abdullah mengumumkan bahwa Masjid Nabawi terbuka selama 24 jam untuk beribadah,” kata Saeed Raddadi, warga Madinah yang dikutip harian Atab News edisi Senin, 22 Oktober kemarin. Sayangnya, kata Raddadi, ia serting melihat kesempatan itu dimanfaatkan orang untuk tidur di masjid. “Saya tidak ingin Masjid Nabawi dijadikan pangkalan tidur,” katanya.

    “Saya sangat berterima kasih kepada Khadimul Haramain Raja Abdullah yang telah membuka masjid ini selama 24 jam penuh. Ini ide yang brillian,” kata Mahmoud Al-Masry, jemaah umrah asal Mesir. Ia meminta agar pengawasan jemaah juga ditingkatkan dengan dibukanya Masjid Nabawi. “Saya takut ada jemaah yang tak bisa bayar sewa hotel menginap di sini,” katanya.(Informasihaji)





    Air zamzam salah satu bukti kekuasaan Allah

    2 12 2007

    Mekkah(MCH)–Ulama dari Bangko, Propinsi Jambi, KH. Abdul Satar Saleh menyatakan, sulit rasanya kini mencari dimana sumber atau lokasi air Zamzam, karena seluruh bangunan di sekitar Batilullah, Ka`bah,– tempat umat Islam di seluruh dunia menghadap ketika shalat, — sudah berubah, mulai dari struktur bangunan hingga arsiteknya. (Informasi Haji)

    Pria lanjut usia yang pernah bermukim di Mekkah sekitar 10 tahun pada 1980-an itu mengaku, kendati begitu nyatanya air Zamzam sejak dahulu hingga kini mudah diperoleh. Kran air Zam zam ada di seluruh penjuru Masjidil Haram.

    Bahkan di dalam Masjidil Haram gentong-gentong dengan krannya berderet di tempatkan rapi oleh petugas masjid tersebut. Setiap orang kehausan, dengan mudah mendapati air Zamzam.

    “Kita tak perlu repot mencarinya, karena memang pemerintah negeri ini sangat perhatian terhadap jemaah haji dan umrah,” katanya lagi di tengah-tengah kerumunan warga Jambi, tatkala duduk-duduk di pelataran luar Masjidil Haram, usai shalat Subuh, Sabtu.

    Bagi orang Muslim, air Zamzam bukan saja sekedar diyakini memiliki mukjizat. Namun lebih dari itu, memahaminya dalam konteks keimaman. Ainul Yakin, yaitu seyakin-yakinya bahwa Allah Maha Pengasih, Penyayang dan berkuasa atas umatnya.

    Dalam literatur, Allah SWT menurunkan air Zamzam tentu melalui proses penanaman keyakinan bahwa Allah berkuasa atas mahluknya. Karena itu bagi umat Muslim perlu pula memahami sejarah air zamzam dan utusan-Nya Nabi Ibrahim AS.

    Bagi jemaah haji sekarang, kata Abdulah Satar, tentu tak akan tahu dimana lokasi sumur air zamzam. Padahal, terletak kira-kira 11 meter dari Ka`bah.

    Jadi, ketika seseorang thawaf, tak akan sadar bahwa setiap putaran yang bersangkutan telah melintasi sumur zamzam. Sebelumnya, di atas sumur terdapat bangunan seluas 88 meter persegi.

    Namun, sejak tahun 1388, bangunan tersebut dirobohkan dan diperluas guna memudahkan jemaah thawaf.

    Pemerintah Arab Saudi, hingga kini, terus memperbaiki berbagai fasilitas ibadah di Masjidil Haram. Termasuk Masjid Nabawi di Madinah. Perbaikan tersebut dimaksudkan agar diperoleh
    kenyamanan bagi umat Muslin yang menunaikan ibadah umrah dan Haji.

    Untuk proyek ini, pemerintah setempat mengeluarkan dana 70 miliar Saudi Real. Bahkan perluasan proyek Masjidil Haram diperluas 76 ribu meter persegi sehingga mencapai 356 ribu meter persegi.

    Sedangkan proyek perluasan Masjid Nabawi Madinah mencapai 82 ribu meter persegi sehingga dapat menampung730 ribu jemaah hingga 1 juta orang, khususnya pada bulanRamadhan dan Idul Fitri.

    Dalam kontek megaproyek itu, tentu terkait pula perbaikan sumur air zamzam. Secara bertahap, tempat mengambil air zam-zam pun berpindah, yakni ke ruang bawah. Untuk mencapainya harus melalui 23 anak tangga. Kemudian tahun 1953, mulai dibangun pompa air guna menyalurkan air ke bak penampungan serta ke kran-kran air yang ada di seputar masjid.

    Menurut catatan, kedalaman sumur itu diketahui sekitar 30 meter. Sementara jarak permukaan air dengan bibir sumur adalah empat meter. Sedangkan diameter sumur berkisar antara 1,46 meter hingga 2,66 meter.

    “Saya pernah mendengar, ada penelitian. Orang yang meneliti menyebut, bahwa ketika sampai di dalam, yang ia lihat cuma lautan air,” kata Abdullah Satar. “Allah maha besar,” katanya lagi.

    Hasil penelitian menyebutkan, mata air zamzam bisa memancarkan air sebanyak 11-18 liter air per detik. Itu berarti, setiap menit akan dihasilkan 660 liter air. Dari mata air itu, terdapat celah ke arah Hajar Aswad sepanjang 75 cm dan tinggi 30 cm yang menghasilkan banyak air.

    Karena itu, jemaah haji dari berbagai negara tak perlu khawatir bahwa air zamzam akan habis.
    Untuk memudahkan jemaah memperoleh air zamzam, pemerintah Kerajaan Arab Saudi membentuk petugas yang khusus mengurusi pemeliharaan fasilitas air zamzam. Pada 1415 H dibentuk kantor atau lembaga yang mengurusi air zamzam. Petugasnya selalu siap mengganti dan memperbaiki apabila ada kerusakan. Karenanya, petugas ini tidak pernah jauh dari lokasi kran air zamzam, sambil membawa peralatan maupun persediaan gelas plastik.

    Pemerintah Arab Saudi tak pernah menjual air zamzam. Karena itu jemaah dibolehkan membawa dalam jumlah terbatas ke pemondokan masing-masing ukuran 1 hingga 5 liter, yang diangkut dengan jerigen atau kantong plastik.

    Namun ada juga orang memanfaatkan air zamzam sebagai lahan bisnis. Umumnya mereka menjual satu jerigen air berbagai ukuran dengan harga beragam. Namun paling mahal 10 real untuk ukuran jerigen lima liter.

    Banyak orang di tanah air mengomentari bahwa air zamzam dapat menyembuhkan penyakit, termasuk penyakit “hati” manusia. Namun, belum sepenuhnya memahami bahwa melalui air zamzam Allah ingin memberi pembelajaran kepada umatnya melalui utusan-Nya, Nabi Ibrahim, tentang kewajiban manusia untuk menyembah Allah semata.

    Tatkala Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail serta ibunya, Hajar, datang ke Mekkah, Ibrahim meninggalkan keduanya dengan membekali air dan kurma. Lantas, setelah beberapa lama, persediaan air habis. Naiklah Hajar ke Shafa dengan harapan, barangkali, dapat melihat seseorang untuk menolongnya.

    Namun, Hajar tak melihat seorang pun. Larilah Hajar ke bukit Marwa, dengan tujuan serupa. Demikian Hajar bolak-balik antara Shafa dan Marwa sehingga sampai pada putaran ketujuh ia mendengar sebuah bunyi, yang ternyata Malaikat tengah mengepakkan sayapnya. Maka, muncullah mata air (zamzam). Dari situlah Hajar minum dan menyusui anaknya, Ismail. Kemudian datanglah ke Mekkah suatu kabilah dari Yaman, dengan sebutan Jurhum, dan menetap di sana.

    Lagi-lagi, manusia tak bersyukur kepada Allah. Kesucian Ka`bah tercemar oleh kemusyrikan. Air mata zamzam pun mengering dan sumurnya pun ikut tenggelam sehingga tak diketahui seorang pun selama berabad-abad.

    Adalah Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad SAW, bermimpi didatangi suara gaib, yang menyuruhnya menggali zamzam, yang sebetulnya berada persis di tempat sumur zamzam semula. Setelah digali, keluarlah air. Dan, Abdul Muthalib membolehkan siapa saja minum dari mata air tersebut Allah berkat dikabulkannya doa Ibrahim, sekaligus menjadi penentu berkembangnya kota Mekkah.

    Ini juga sekaligus sebagai bukti nyata dan membawa manfaat bagi Masjidlil Haram.Air zamzam adalah air terbaik di muka bumi dari sumur tertua di dunia, berada di tempat paling suci di muka bumi. Air ini pula yang digunakan untuk mencuci hati RAsullallah lebih dari satu kali. Rasullallah pula pernah memberkatinya dengan air ludah beliau yang suci, air yang berfungsi sebagai makanan sekaligus obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan menjadikan badan seseorang sehat/kuat.

    Itulah keutamaan air zamzam yang telah ada di muka bumi sejak 5000 tahun silam, sehingga dikatakan sebagai sumur tertua di muka bumi.

    sumur-zamzam.jpg

    Gambar letak sumur zamzam di bawah pelataran Ka’bah





    Hari Arafah

    1 12 2007

    Oleh : Admin

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh, 

    Tanggal 9 Dzulhijjah nanti, sebanyak kurang lebih 2.5 juta umat Islam melakukan wukuf di Arafah (Wukuf = berdiam). Dalam konteks ibadah haji, hari ini dinamakan “Hari Arafah“, sedangkan amalan ibadah yang disunahkan adalah Puasa Arafah. Dari hadits oleh Abi Qatadah, Rasul SAW bersabda : “Puasa hari Arafah itu menghapuskan dosa dua tahun, satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang”. (HR Muslim) Pada hari Arafah ini pula Allah SWT melimpahkan kehormatan kepada 4 orang Nabi :

    1. Nabi Adam a.s : Allah SWT memaafkanya pada hari itu dari dosa memakan buah pohon terlarang (buah khuldy)

    2. Nabi Musa a.s : Allah SWT melimpahkan kehormatan dengan taklim (wa kalamallaahu Musa takliima), atau berbicara langsung pada-Nya di hari itu (QS An Nisa’ 164)

    3. Nabi Ibrahim a.s : Allah SWT melimpahkan kehormatan padanya dengan seekor domba untuk disembelih sebagai ganti penyembelihan putranya bagi Tuhannya.

    4. Nabi Muhammad SAW : Allah SWT melimpahkan kehormatan dengan ibadah haji dan kesempurnaan agama. Hal ini ditandai dengan turunnya QS Al Maaidah ayat 3 : “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu“. Saat ayat Quran ini turun, Sayyidina Abu Bakar r.a menangis. Para Sahabat yang lain bergembira. Merekapun bertanya padanya : “Mengapa kau menangis, sedangkan tiap orang lainnya demikian bahagia ?”. Beliau menjawab : “Adalah benar apa yang dipahami setiap orang yang lain, namun yang kupahami dari ayat ini adalah bahwa Rasul SAW akan meninggalkan diri kita, karena wahyu telah sempurna, telah selesai”. Benar juga, kira-kira 80 hari kemudian Rasul SAW wafat di Madinah. Ibadah haji ini juga merupakan ibadah haji pertama dan terakhir yang dilaksanakan oleh Rasul SAW. (terkenal dengan sebutan “Hujjatul Wada’ ” atau haji perpisahan). 

    Wukuf di Arafah ini menjadi syarat sah-nya ibadah haji, sabda Rasul SAW : “Haji adalah Arafah“. Ritual wukuf dimulai ba’da Zhuhur sampai dengan menjelang terbenamnya matahari (sebelum Maghrib), sedangkan kegiatan yang dilakukan utamanya adalah do’a dan dzikir.

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh,