Kebohongan tentang peristiwa WTC

4 12 2007

wtc-new-york.gif

Beberapa tahun yang lalu pasca peristiwa robohnya WTC (11 September 2001) beredar rumor yang isinya mengkait-kaitkan kejadian itu dengan Surat At-Taubah ayat 109.

Rumor itu lengkapnya seperti ini :

QS At Taubah 109 : “Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang Zalim”.Disitu disebutkan keruntuhan sebuah bangunan karena yang mendirikannya adalah orang -orang yang zalim. Pada surat At Taubah diatas telah disebutkan kata “JURUFIN HAR” yang oleh ulama tafsir dulu diterjemahkan sebagai “ditepi jurang yang runtuh” ternyata 14 abad kemudian kata tersebut menjadi nama sebuah jalan dikota New York tempat berdirinya WTC, yaitu : Jalan JERF HAR.

 Disitu disebutkan keruntuhan sebuah bangunan karena yang mendirikannya adalah orang -orang yang zalim. Pada surat At Taubah diatas telah disebutkan kata “JURUFIN HAR” yang oleh ulama tafsir dulu diterjemahkan sebagai “ditepi jurang yang runtuh” ternyata 14 abad kemudian kata tersebut menjadi nama sebuah jalan dikota New York tempat berdirinya WTC, yaitu : Jalan JERF HAR.

Gedung WTC runtuh pada tanggal 11-9-2001. Mari kita lihat beberapa kesamaan (yang mestinya bukan hanya kebetulan semata) :

  • Tanggal 11 adalah tanggal terjadinya tragedi WTC, apakah suatu kebetulan bila surat At Taubah terletak pada juz ke 11.

  • Bulan terjadinya tragedi itu adalah bulan September (bulan ke 9), apakah secara kebetulan jika surat At Taubah berada pada urutan ke 9 dari Alquran,

  • Tahun terjadinya tragedi itu adalah tahun 2001, apakah secara kebetulan pula bila jumlah huruf dalam surat At Taubah terdiri dari 2001 huruf.

  • Jumlah tingkat di gedung WTC ada 109 tingkat, sekali lagi apakah mungkin kebetulan – berulang sampai 4 kali – bila hal tersebut sudah tertuang dalam QS At Taubah ayat 109.

  • Ternyata Allah telah memberikan khabarnya 14 abad yang lalu tanpa diketahui oleh manusia.

    Penjelasan dari seseorang lulusan Al Azhar : 

    Jika kita sedikit teliti saja maka kesimpulan itu hanya kedustaan atas nama Al Quran. Satu saja dari kesimpulan itu salah maka kesimpulan itu hanya mengada-ada.Coba kita lihat misalnya :
    1. Benarkan bangunan WTC 109 tingkat ? Tenyata tidak. Gedung WTC yang roboh itu terdiri dari 110 tingkat. Ini bukan hal yang sulit untuk dibuktikan. Datanya bisa dilihat oleh oran! g seluruh dunia. Silakan dicari di bagian search msn.com atau yahoo, cari info tentang WTC New York.
    2. Benarkan di jalan Jerf Har ? Ternyata tidak. WTC itu terletak di Wall Street.
    3. Kejadian pada tanggal 11, Surat At Taubah ada di juz 11 ? Hanya orang yang tidak pernah baca Al Quran yang mengatakan demikian. Jelas sekali mayoritas ayat Surat At Taubah ada di juz 10. Lebih detailnya surat At-Taubah terdiri dari 129 ayat, yang 92 ayat ada di juz 10 dan selebihnya (37 ayat)ada di juz 11. Apakah pencocokan tanggal kejadian WTC dengan surat At-Taubat bukan sebuah kedustaan dan “pemerkosaan” Al Quran.
    4. Di ayat 109 ada kata2 jurufin har. Sudah jelas terbantah karena jalannya bulan Jerf Har tapi Wall Street. Dalam tafsir apa pun, sepanjang saya belajar di Al Azhar University, baik di tafsir Ar Razi dan lainnya, tidak ada seorang ulama pun yang memaksudkan kalimat ‘jurufin haar” itu untuk mengisyaratkan nama sebuah jalan di Amerika. Terlalu nista dan remeh Al-Quran mengisyaratkan hanya sebuah nama jalan. Maha Suci Allah dari mengisyaratkan hal-hal remeh.
    5. Yang mengatakan jumlah huruf dari awal surat sampai ayat 109 berjumlah 2001. Maka itu juga dusta. Sebab baru sampai ayat 25 jumlah hurufnya sudah 2001. Juga yang mengatakan jumlah kalimatnya 2001, hanya mencocok-cocokkan saja.

    Saya tidak tahu ini kerjaan siapa. Yang jelas inilah gaya Israiliyah modern. Kerjaan orang-orang yang hanya ingin membuat bodoh umat Islam. Dan orang awam yang tidak tahu apa-apa mendengar kabar seperti itu akan sangat semangat mempropagandakan kesana-kemari. Ia makan mentah-mentah tanpa rasa curiga. Dan setelah itu jadi keyakinan dan opini masyarakat awam ternyata hanya kedustaan belaka. Mereka akan ragu pada Al Quran dan ulama. Padahal itu kerjaannya musuh Islam. Kapan umat ini tidak terus dibodohin orang? Dalam memahami Al Quran, kitab sucinya saja kok begitu mudah didustain orang.

    Sekali lagi, ikhwah wal akhawat, jangan mudah mempermainkan Al Quran. Alangkan bagusnya jika ayat 109 itu dibaca tafsirnya dipahami dengan baik isinya. Dipahami asbabun nuzulnya. Kandungannya dimasukkan ke dalam nurani untuk bekal hidup di dunia dan akhirat. Bukan malah diperkosa dengan zalim dan mempropagandakannya dengan semena-mena dan justru melecehkan kemukjizatan Al Quran.

    Sama seperti beberapa waktu yang lalu. Ada yang mengotak-atik rahasia angka 9 sebagai mukjizat Al Quran. Ternyata juga sebuah kedustaan, itu kerjaannya kaum Bahaiyah yang mengingkari risalah Muhammad saw.

    Apakah hakekat mu`jizat Al Quran itu ? Hakekat terbesar adalah bahwa Al-Quran adalah petunjuk bagi manusia untuk berjalan lurus meraih ridha Allah SWT. Siapa yang mengikuti petunjuk Al Quran akan selamat di dunia dan di akhirat akan memperolah nikmat yang tiada putusnya. Inilah mukjizat Al Quran sepanjang masa. Dan setan selalu ingin menjauhkan dari hekekat Al Quran ini diturunkan.

    Firman Allah, “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar” QS. Al Israa : 9

    Ini saja. Semoga bermanfaat. Mari hidup bersama Al Quran, memahami dan mengamalkan isi Al Quran. Dan membela Al Quran dari serangan orang ateis yang membenci Al Quran.

     

    Wallahu a’lam





    Masjid Nabawi Dibuka 24 Jam

    2 12 2007

    nabawi-24-jam.jpg

    Jakarta (MCH). Kabar gembira buat jemaah haji dan umrah. Sebab. Raja Abdullah yang juga sebagai Khadimul Haramain telah memutuskan untuk membuka Masjid Nabawi selama 24 jam dan tujuh hari sepekan. Sebab, selama ini Masjid Nabawi selalu ditutup sejak pukul 21.00 dan dibuka kembali pukul 03.00 dinihari.

    “Ini berita besar ketika Raja Abdullah mengumumkan bahwa Masjid Nabawi terbuka selama 24 jam untuk beribadah,” kata Saeed Raddadi, warga Madinah yang dikutip harian Atab News edisi Senin, 22 Oktober kemarin. Sayangnya, kata Raddadi, ia serting melihat kesempatan itu dimanfaatkan orang untuk tidur di masjid. “Saya tidak ingin Masjid Nabawi dijadikan pangkalan tidur,” katanya.

    “Saya sangat berterima kasih kepada Khadimul Haramain Raja Abdullah yang telah membuka masjid ini selama 24 jam penuh. Ini ide yang brillian,” kata Mahmoud Al-Masry, jemaah umrah asal Mesir. Ia meminta agar pengawasan jemaah juga ditingkatkan dengan dibukanya Masjid Nabawi. “Saya takut ada jemaah yang tak bisa bayar sewa hotel menginap di sini,” katanya.(Informasihaji)





    Air zamzam salah satu bukti kekuasaan Allah

    2 12 2007

    Mekkah(MCH)–Ulama dari Bangko, Propinsi Jambi, KH. Abdul Satar Saleh menyatakan, sulit rasanya kini mencari dimana sumber atau lokasi air Zamzam, karena seluruh bangunan di sekitar Batilullah, Ka`bah,– tempat umat Islam di seluruh dunia menghadap ketika shalat, — sudah berubah, mulai dari struktur bangunan hingga arsiteknya. (Informasi Haji)

    Pria lanjut usia yang pernah bermukim di Mekkah sekitar 10 tahun pada 1980-an itu mengaku, kendati begitu nyatanya air Zamzam sejak dahulu hingga kini mudah diperoleh. Kran air Zam zam ada di seluruh penjuru Masjidil Haram.

    Bahkan di dalam Masjidil Haram gentong-gentong dengan krannya berderet di tempatkan rapi oleh petugas masjid tersebut. Setiap orang kehausan, dengan mudah mendapati air Zamzam.

    “Kita tak perlu repot mencarinya, karena memang pemerintah negeri ini sangat perhatian terhadap jemaah haji dan umrah,” katanya lagi di tengah-tengah kerumunan warga Jambi, tatkala duduk-duduk di pelataran luar Masjidil Haram, usai shalat Subuh, Sabtu.

    Bagi orang Muslim, air Zamzam bukan saja sekedar diyakini memiliki mukjizat. Namun lebih dari itu, memahaminya dalam konteks keimaman. Ainul Yakin, yaitu seyakin-yakinya bahwa Allah Maha Pengasih, Penyayang dan berkuasa atas umatnya.

    Dalam literatur, Allah SWT menurunkan air Zamzam tentu melalui proses penanaman keyakinan bahwa Allah berkuasa atas mahluknya. Karena itu bagi umat Muslim perlu pula memahami sejarah air zamzam dan utusan-Nya Nabi Ibrahim AS.

    Bagi jemaah haji sekarang, kata Abdulah Satar, tentu tak akan tahu dimana lokasi sumur air zamzam. Padahal, terletak kira-kira 11 meter dari Ka`bah.

    Jadi, ketika seseorang thawaf, tak akan sadar bahwa setiap putaran yang bersangkutan telah melintasi sumur zamzam. Sebelumnya, di atas sumur terdapat bangunan seluas 88 meter persegi.

    Namun, sejak tahun 1388, bangunan tersebut dirobohkan dan diperluas guna memudahkan jemaah thawaf.

    Pemerintah Arab Saudi, hingga kini, terus memperbaiki berbagai fasilitas ibadah di Masjidil Haram. Termasuk Masjid Nabawi di Madinah. Perbaikan tersebut dimaksudkan agar diperoleh
    kenyamanan bagi umat Muslin yang menunaikan ibadah umrah dan Haji.

    Untuk proyek ini, pemerintah setempat mengeluarkan dana 70 miliar Saudi Real. Bahkan perluasan proyek Masjidil Haram diperluas 76 ribu meter persegi sehingga mencapai 356 ribu meter persegi.

    Sedangkan proyek perluasan Masjid Nabawi Madinah mencapai 82 ribu meter persegi sehingga dapat menampung730 ribu jemaah hingga 1 juta orang, khususnya pada bulanRamadhan dan Idul Fitri.

    Dalam kontek megaproyek itu, tentu terkait pula perbaikan sumur air zamzam. Secara bertahap, tempat mengambil air zam-zam pun berpindah, yakni ke ruang bawah. Untuk mencapainya harus melalui 23 anak tangga. Kemudian tahun 1953, mulai dibangun pompa air guna menyalurkan air ke bak penampungan serta ke kran-kran air yang ada di seputar masjid.

    Menurut catatan, kedalaman sumur itu diketahui sekitar 30 meter. Sementara jarak permukaan air dengan bibir sumur adalah empat meter. Sedangkan diameter sumur berkisar antara 1,46 meter hingga 2,66 meter.

    “Saya pernah mendengar, ada penelitian. Orang yang meneliti menyebut, bahwa ketika sampai di dalam, yang ia lihat cuma lautan air,” kata Abdullah Satar. “Allah maha besar,” katanya lagi.

    Hasil penelitian menyebutkan, mata air zamzam bisa memancarkan air sebanyak 11-18 liter air per detik. Itu berarti, setiap menit akan dihasilkan 660 liter air. Dari mata air itu, terdapat celah ke arah Hajar Aswad sepanjang 75 cm dan tinggi 30 cm yang menghasilkan banyak air.

    Karena itu, jemaah haji dari berbagai negara tak perlu khawatir bahwa air zamzam akan habis.
    Untuk memudahkan jemaah memperoleh air zamzam, pemerintah Kerajaan Arab Saudi membentuk petugas yang khusus mengurusi pemeliharaan fasilitas air zamzam. Pada 1415 H dibentuk kantor atau lembaga yang mengurusi air zamzam. Petugasnya selalu siap mengganti dan memperbaiki apabila ada kerusakan. Karenanya, petugas ini tidak pernah jauh dari lokasi kran air zamzam, sambil membawa peralatan maupun persediaan gelas plastik.

    Pemerintah Arab Saudi tak pernah menjual air zamzam. Karena itu jemaah dibolehkan membawa dalam jumlah terbatas ke pemondokan masing-masing ukuran 1 hingga 5 liter, yang diangkut dengan jerigen atau kantong plastik.

    Namun ada juga orang memanfaatkan air zamzam sebagai lahan bisnis. Umumnya mereka menjual satu jerigen air berbagai ukuran dengan harga beragam. Namun paling mahal 10 real untuk ukuran jerigen lima liter.

    Banyak orang di tanah air mengomentari bahwa air zamzam dapat menyembuhkan penyakit, termasuk penyakit “hati” manusia. Namun, belum sepenuhnya memahami bahwa melalui air zamzam Allah ingin memberi pembelajaran kepada umatnya melalui utusan-Nya, Nabi Ibrahim, tentang kewajiban manusia untuk menyembah Allah semata.

    Tatkala Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail serta ibunya, Hajar, datang ke Mekkah, Ibrahim meninggalkan keduanya dengan membekali air dan kurma. Lantas, setelah beberapa lama, persediaan air habis. Naiklah Hajar ke Shafa dengan harapan, barangkali, dapat melihat seseorang untuk menolongnya.

    Namun, Hajar tak melihat seorang pun. Larilah Hajar ke bukit Marwa, dengan tujuan serupa. Demikian Hajar bolak-balik antara Shafa dan Marwa sehingga sampai pada putaran ketujuh ia mendengar sebuah bunyi, yang ternyata Malaikat tengah mengepakkan sayapnya. Maka, muncullah mata air (zamzam). Dari situlah Hajar minum dan menyusui anaknya, Ismail. Kemudian datanglah ke Mekkah suatu kabilah dari Yaman, dengan sebutan Jurhum, dan menetap di sana.

    Lagi-lagi, manusia tak bersyukur kepada Allah. Kesucian Ka`bah tercemar oleh kemusyrikan. Air mata zamzam pun mengering dan sumurnya pun ikut tenggelam sehingga tak diketahui seorang pun selama berabad-abad.

    Adalah Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad SAW, bermimpi didatangi suara gaib, yang menyuruhnya menggali zamzam, yang sebetulnya berada persis di tempat sumur zamzam semula. Setelah digali, keluarlah air. Dan, Abdul Muthalib membolehkan siapa saja minum dari mata air tersebut Allah berkat dikabulkannya doa Ibrahim, sekaligus menjadi penentu berkembangnya kota Mekkah.

    Ini juga sekaligus sebagai bukti nyata dan membawa manfaat bagi Masjidlil Haram.Air zamzam adalah air terbaik di muka bumi dari sumur tertua di dunia, berada di tempat paling suci di muka bumi. Air ini pula yang digunakan untuk mencuci hati RAsullallah lebih dari satu kali. Rasullallah pula pernah memberkatinya dengan air ludah beliau yang suci, air yang berfungsi sebagai makanan sekaligus obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan menjadikan badan seseorang sehat/kuat.

    Itulah keutamaan air zamzam yang telah ada di muka bumi sejak 5000 tahun silam, sehingga dikatakan sebagai sumur tertua di muka bumi.

    sumur-zamzam.jpg

    Gambar letak sumur zamzam di bawah pelataran Ka’bah





    Hari Arafah

    1 12 2007

    Oleh : Admin

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh, 

    Tanggal 9 Dzulhijjah nanti, sebanyak kurang lebih 2.5 juta umat Islam melakukan wukuf di Arafah (Wukuf = berdiam). Dalam konteks ibadah haji, hari ini dinamakan “Hari Arafah“, sedangkan amalan ibadah yang disunahkan adalah Puasa Arafah. Dari hadits oleh Abi Qatadah, Rasul SAW bersabda : “Puasa hari Arafah itu menghapuskan dosa dua tahun, satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang”. (HR Muslim) Pada hari Arafah ini pula Allah SWT melimpahkan kehormatan kepada 4 orang Nabi :

    1. Nabi Adam a.s : Allah SWT memaafkanya pada hari itu dari dosa memakan buah pohon terlarang (buah khuldy)

    2. Nabi Musa a.s : Allah SWT melimpahkan kehormatan dengan taklim (wa kalamallaahu Musa takliima), atau berbicara langsung pada-Nya di hari itu (QS An Nisa’ 164)

    3. Nabi Ibrahim a.s : Allah SWT melimpahkan kehormatan padanya dengan seekor domba untuk disembelih sebagai ganti penyembelihan putranya bagi Tuhannya.

    4. Nabi Muhammad SAW : Allah SWT melimpahkan kehormatan dengan ibadah haji dan kesempurnaan agama. Hal ini ditandai dengan turunnya QS Al Maaidah ayat 3 : “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu“. Saat ayat Quran ini turun, Sayyidina Abu Bakar r.a menangis. Para Sahabat yang lain bergembira. Merekapun bertanya padanya : “Mengapa kau menangis, sedangkan tiap orang lainnya demikian bahagia ?”. Beliau menjawab : “Adalah benar apa yang dipahami setiap orang yang lain, namun yang kupahami dari ayat ini adalah bahwa Rasul SAW akan meninggalkan diri kita, karena wahyu telah sempurna, telah selesai”. Benar juga, kira-kira 80 hari kemudian Rasul SAW wafat di Madinah. Ibadah haji ini juga merupakan ibadah haji pertama dan terakhir yang dilaksanakan oleh Rasul SAW. (terkenal dengan sebutan “Hujjatul Wada’ ” atau haji perpisahan). 

    Wukuf di Arafah ini menjadi syarat sah-nya ibadah haji, sabda Rasul SAW : “Haji adalah Arafah“. Ritual wukuf dimulai ba’da Zhuhur sampai dengan menjelang terbenamnya matahari (sebelum Maghrib), sedangkan kegiatan yang dilakukan utamanya adalah do’a dan dzikir.

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh,





    HAJI MABRUR DAN CARA MENCAPAINYA

    30 11 2007

    Haji mabrur dan cara mencapainya 

    mabrur.jpg

     

    Oleh : Subarjono

    PENDAHULUAN

    Haji adalah merupakan ibadat fardhu yang diwajibkan, tetapi kewajipan haji agak berlainan dengan ibadah-ibadah yang lain dari segi konsep dan kefardhuannya, di mana ibadat haji hanya diwajibkan ke atas umat Islam yang berkemampuan mengunjungi Baitullah di Makkah. Ada pun orang-orang yang tidak berkemampuan dari segi bekal perjalanan, kesehatan , keselamatan perjalanan, maka tidak diwajibkan. (QS Ali Imraan : 97)

    MANUSIA DAN IBADAH HAJI

    Rata-rata umat Islam mengakui tentang kewajipan ibadah Haji yang difardhukan, jika ada umat Islam yang menentang dan mengingkari kefardhuannya maka kufurlah ia. Walau bagaimana pun, umat Islam pada keseluruhannya berkaitan dengan ibadah haji ini terbahagi kepada beberapa golongan :

    - Golongan yang berkemampuan untuk mengerjakan ibadah Haji sehingga mereka telah mengerjakannya beberapa kali dan

    berkemampuan untuk mengerjakannya beberapa kali lagi jika mereka mau.

    - Golongan yang hanya berkemampuan untuk menunaikan ibadah Haji walaupun sekali saja dalam hidupnya, walaupun sudah dilaksanakan atau belum

    - Golongan yang tidak berkemampuan untuk menunaikan ibadah Haji walaupun sekali dalam hidup sedangkan keinginan dan cita-cita tetap ada.

    - Golongan yang berkemampuan dari segi perbelanjaan/perbekalan dan sebagainya tetapi belum mengerjakan ibadah Haji dan tidak pernah terlintas untuk mengerjakannya walaupun ia telah mampu melakukan perjalanan jauh ke tempat-tempat lain yang lebih jauh daripada Baitullah.

    Golongan yang keempat inilah yang dikhawatirkan akan mati sebagai seorang Yahudi atau Nasrani. Ini berdasarkan hadis Rasulullah S.A.W, artinya : ““Barangsiapa tidak tertahan oleh kebutuhan mendesak, atau sakit yang menahannya, atau larangan dari penguasa yang zhalim, kemudian tidak menunaikan haji, hendaklah ia mati dalam keadaan menjadi orang Yahudi jika ia mau, dan jika mau maka menjadi orang Nasrani”. (HR Ahmad, Abu Ya’la dan Al-Baihaqi. Hadits ini dhaif namun mempunyai penguat).

    TINGKATAN IBADAH HAJI

    Hampir sama seperti ibadah sembahyang dan puasa, ibadah Haji mempunyai empat tingkatan berbeda :

    - Haji Mardud : ialah haji yang tidak diterima olah Allah SWT karena kekurangan syarat-syarat dan rukunnya atau sebab-sebab yang lain yang menyebabkan hajinya tidak diterima atau ditolak oleh Allah SWT.

    - Haji Maqbul : ialah haji yang sah dan diterima oleh Allah SWT dan orang yang mengerjakan haji maqbul ini dianggap sebagai telah menunaikan perintah Allah dan telah menyempurnakan rukun Islam yang ke lima tanpa diberi ganjaran pahala.

    - Haji Makhsus : ibadah haji yang dikerjakan oleh orang-orang yang tertentu yang sempurna segala syarat dan rukunnya, ia bukan saja sekadar dianggap sah dan diterima oleh Allah tetapi diampunkan segala dosanya. Haji ini termasuk ke dalam apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari, Ibnu Majah, An-Nasai dan Ahmad daripada Abu Hurairah yang artinya : “Barangsiapa haji ke rumah ini (Baitullah), kemudian tidak berkata kotor, dan tidak fasik, ia keluar dari dosa-dosanya seperti hari ia dilahirkan ibunya”.

    Inilah tingkatan haji yang paling tinggi dan istimewa, tidak semua bisa mendapatkannya. Haji ini bukan saja sekadar dianggap menunaikan kewajipan, tetapi selain dari diampunkan segala dosanya, ia juga akan dimasukkan ke dalam syurga. Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh At-Thabrani daripada Abdullah bin Abas yang artinya : ” Haji mabrur itu, tidak ada balasan baginya melainkan syurga “.

    PENGERTIAN HAJI MABRUR

    Haji adalah ibadah khusus, salah satu di antara rukun yang ke lima. Sesuai pengertian syara’, haji ialah mengunjungi Baitullah dalam bulan-bulan haji kerana mengerjakan thawaf, sa’i dan wukuf di Arafah dengan syarat yang tertentu dan menunaikan segala perkara -perkara yang wajib yang berkaitan dengannya. Adapun perkataan “MABRUR” di segi pengertian bahasanya ialah perbuatan yang tidak ada syubhat atau keraguan padanya atau hanya diartikan dengan makna yang diterima. Makna Haji Mabrur pada istilah ialah haji yang diterima dan balasannya yang luar biasa yaitu syurga, sedangkan kebalikannya ialah Haji Mardud yaitu haji yang ditolak dan tidak diterima.

    SYARAT-SYARAT HAJI MABRUR

    Untuk mencapai tingkatan haji yang mabrur, tidak semudah seperti yang dibayangkan tetapi tidak mustahil untuk mendapatkannya. Ia memerlukan beberapa syarat yang tertentu berdasarkan masa-masa tertentu :

    Sebelum Menunaikan Haji

    Ada beberapa perkara yang seharusnya diperhatikan sebelum berangkat menunaikan fardhu haji yaitu :

    - Niat : semata-mata karena Allah, jangan sekali dicampur-adukkan dengan perasaan ria dan takabur. Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim daripada Umar Al-Khattab yang artinya “ Sesungguhnya segala perbuatan itu bergantung kepada niat, dan sesungguhnya bagi setiap seorang itu apa yang diniatkan ”

    - Uang perbekalan/perbelanjaan : berasal dari sumber yang halal dan tidak mengandung syubhat

    - Kewajipan yang sempurna : tidak memaksakan diri untuk menunaikan kewajiban haji padahal ia belum mampu secara syar’i

    Semasa Mengerjakan Haji

    Semasa mengerjakan Haji juga perlu menjaga beberapa perkara :

    - Menyempurnakan segala rukun-rukun Haji

    - Menyempurnakan segala perkara-perkara wajib Haji

    - Membayar segala jenis dam yang dikenakan

    - Tidak melakukan larangan ketika berihram Haji seperti persetubuhan, kemaksiatan dan kemungkaran. Firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 197 yang artinya : “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji”.

    Setelah Menunaikan Haji

    Orang yang telah menunaikan Haji, dianggap telah membersihkan dirinya daripada segala dosa dan kesalahan, setelah menunaikan Ibadah Haji, khususnya setelah kembali ke Tanah Air maka beberapa hal perlu diperhatikan :

    - Sentiasa menjaga diri dalam keadaan bersih dari segala noda dan dosa dengan menjauhkan perkara-perkara mungkar yang dilarang.

    - Memperbanyakkan amal soleh untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan

    -Memperbaiki diri ke arah yang lebih sempurna di segi akhlak dan perbuatan

    Dengan terlaksananya segala apa yang diuraikan seperti di atas, maka besar kemungkinan seseorang itu akan mencapai ke tahap Haji Mabrur yang diidamkan oleh setiap pengunjung Baitullah. Amiin.





    ADAB SEBELUM BERANGKAT FARDHU HAJI

    30 11 2007

    haji.jpg

    Oleh : Subarjono

     Setiap amalan yang baik akan menjadi lebih sempurna dan diterima oleh Allah SWT, jika dilakukan mengikut adab-adab tertentu. Dalam mengerjakan Haji, ulama telah menggariskan beberapa adab sebelum menunaikan Haji yang perlu dipatuhi agar dapatmemperoleh Haji yang mabrur. Adab-adab tersebut adalah :

    1. Niat Yang Ikhlas

    Ikhlas di dalam niat adalah asas penerimaan segala ibadat . Ikhlas membersihkan jiwa yang hendak menghdap Allah SWT dari segala penyakit nafsu, seperti : ria, ujub, sombong dll

    2. Bertaubat Dari Segala Dosa Dan Kezaliman

    Hendaklah bersungguh-sungguh bertaubat dari maksiat dan segala yang dibenci oleh Allah, membiasakan lidah untuk mengucapkan istighfar dan berusaha serta berazam untuk meninggalkan maksiat selama-lamanya

    3. Selesaikan Hak-Hak Allah : Shalat, Zakat, Nazar, Kifarat, Fidyah

    4. Selesaikan Hak-hak Manusia

    -Meminta maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan

    -Menyelesaikan hutang-hutangnya, atau mewakilkannya kepada orang lain untuk ditunaikan hutang-hutangnya itu

    -Menyelesaikan urusan-urusan yang masih belum terselesaikan dengan orang ataupun pihak lainnya yang mempunyai urusan

    -Mengembalikan segala amanah yang masih dipegang kepada pemberi amanah

    -Menyelesaikan pembahagian harta pusaka dan hal-hal berkaitan dengannya, seperti wasiat, hibah dan sebagainya

    -Menulis wasiat menyangkut hak-hak Allah maupun hak-hak kerabat/handai taulan

    -Memberi bekal untuk keluarga yang ditinggalkan untuk mencukupi kebutuhan sampai dengan kembali dari menunaikan ibadah haji

    5. Mencari Keridhaan

    Berusaha memperoleh keredhaan dengan cara berpamitan kepada : orang tua, suami, guru, kerabat/keluarga, sahabat

    6. Memperbaiki diri ke arah yang lebih baik :

    -Memahami maksud dan tujuan haji haji

    -Membuang sifat-sifat buruk, keji. Melaksanakan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya

    -Jangan menunggu perubahan setelah sampai di Tanah Suci atau selepas selesai mengerjakan haji, tetapi ubah diri kita dahulu dari sekarang mengikut hal-hal yang tersirat di dalam maksud dan tujuan ibadah haji.

    -Rajin ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah

    -Banyak membaca Al-Qur’an, berdoa dan beri’tikaf

    7. Biaya haji berasal dari sumber yang halal, tidak mengandung syubhat

    Imam Syafi’I, Imam Malik, Imam Abu Hanifah mengenai harta haram untuk haji : “Sah secara zahir, tetapi tidak mabrur dan jauh dari penerimaan/ridha Allah SWT”.Imam Ahmad bin Hanbal : “Tidak sah hajinya dengan harta haram”.

    8. Mempelajari kaifiah (cara-cara) mengerjakan haji dengan baik sesuai Sunnah Rasulullah SAW, sebagaimana sabda beliau : “Pelajarilah manasik haji dariku karena aku tidak tahu, mungkin aku tidak lagi bisa berhaji setelah tahun ini….. “

    Wallahu a’lam