Air zamzam salah satu bukti kekuasaan Allah

2 12 2007

Mekkah(MCH)–Ulama dari Bangko, Propinsi Jambi, KH. Abdul Satar Saleh menyatakan, sulit rasanya kini mencari dimana sumber atau lokasi air Zamzam, karena seluruh bangunan di sekitar Batilullah, Ka`bah,– tempat umat Islam di seluruh dunia menghadap ketika shalat, — sudah berubah, mulai dari struktur bangunan hingga arsiteknya. (Informasi Haji)

Pria lanjut usia yang pernah bermukim di Mekkah sekitar 10 tahun pada 1980-an itu mengaku, kendati begitu nyatanya air Zamzam sejak dahulu hingga kini mudah diperoleh. Kran air Zam zam ada di seluruh penjuru Masjidil Haram.

Bahkan di dalam Masjidil Haram gentong-gentong dengan krannya berderet di tempatkan rapi oleh petugas masjid tersebut. Setiap orang kehausan, dengan mudah mendapati air Zamzam.

“Kita tak perlu repot mencarinya, karena memang pemerintah negeri ini sangat perhatian terhadap jemaah haji dan umrah,” katanya lagi di tengah-tengah kerumunan warga Jambi, tatkala duduk-duduk di pelataran luar Masjidil Haram, usai shalat Subuh, Sabtu.

Bagi orang Muslim, air Zamzam bukan saja sekedar diyakini memiliki mukjizat. Namun lebih dari itu, memahaminya dalam konteks keimaman. Ainul Yakin, yaitu seyakin-yakinya bahwa Allah Maha Pengasih, Penyayang dan berkuasa atas umatnya.

Dalam literatur, Allah SWT menurunkan air Zamzam tentu melalui proses penanaman keyakinan bahwa Allah berkuasa atas mahluknya. Karena itu bagi umat Muslim perlu pula memahami sejarah air zamzam dan utusan-Nya Nabi Ibrahim AS.

Bagi jemaah haji sekarang, kata Abdulah Satar, tentu tak akan tahu dimana lokasi sumur air zamzam. Padahal, terletak kira-kira 11 meter dari Ka`bah.

Jadi, ketika seseorang thawaf, tak akan sadar bahwa setiap putaran yang bersangkutan telah melintasi sumur zamzam. Sebelumnya, di atas sumur terdapat bangunan seluas 88 meter persegi.

Namun, sejak tahun 1388, bangunan tersebut dirobohkan dan diperluas guna memudahkan jemaah thawaf.

Pemerintah Arab Saudi, hingga kini, terus memperbaiki berbagai fasilitas ibadah di Masjidil Haram. Termasuk Masjid Nabawi di Madinah. Perbaikan tersebut dimaksudkan agar diperoleh
kenyamanan bagi umat Muslin yang menunaikan ibadah umrah dan Haji.

Untuk proyek ini, pemerintah setempat mengeluarkan dana 70 miliar Saudi Real. Bahkan perluasan proyek Masjidil Haram diperluas 76 ribu meter persegi sehingga mencapai 356 ribu meter persegi.

Sedangkan proyek perluasan Masjid Nabawi Madinah mencapai 82 ribu meter persegi sehingga dapat menampung730 ribu jemaah hingga 1 juta orang, khususnya pada bulanRamadhan dan Idul Fitri.

Dalam kontek megaproyek itu, tentu terkait pula perbaikan sumur air zamzam. Secara bertahap, tempat mengambil air zam-zam pun berpindah, yakni ke ruang bawah. Untuk mencapainya harus melalui 23 anak tangga. Kemudian tahun 1953, mulai dibangun pompa air guna menyalurkan air ke bak penampungan serta ke kran-kran air yang ada di seputar masjid.

Menurut catatan, kedalaman sumur itu diketahui sekitar 30 meter. Sementara jarak permukaan air dengan bibir sumur adalah empat meter. Sedangkan diameter sumur berkisar antara 1,46 meter hingga 2,66 meter.

“Saya pernah mendengar, ada penelitian. Orang yang meneliti menyebut, bahwa ketika sampai di dalam, yang ia lihat cuma lautan air,” kata Abdullah Satar. “Allah maha besar,” katanya lagi.

Hasil penelitian menyebutkan, mata air zamzam bisa memancarkan air sebanyak 11-18 liter air per detik. Itu berarti, setiap menit akan dihasilkan 660 liter air. Dari mata air itu, terdapat celah ke arah Hajar Aswad sepanjang 75 cm dan tinggi 30 cm yang menghasilkan banyak air.

Karena itu, jemaah haji dari berbagai negara tak perlu khawatir bahwa air zamzam akan habis.
Untuk memudahkan jemaah memperoleh air zamzam, pemerintah Kerajaan Arab Saudi membentuk petugas yang khusus mengurusi pemeliharaan fasilitas air zamzam. Pada 1415 H dibentuk kantor atau lembaga yang mengurusi air zamzam. Petugasnya selalu siap mengganti dan memperbaiki apabila ada kerusakan. Karenanya, petugas ini tidak pernah jauh dari lokasi kran air zamzam, sambil membawa peralatan maupun persediaan gelas plastik.

Pemerintah Arab Saudi tak pernah menjual air zamzam. Karena itu jemaah dibolehkan membawa dalam jumlah terbatas ke pemondokan masing-masing ukuran 1 hingga 5 liter, yang diangkut dengan jerigen atau kantong plastik.

Namun ada juga orang memanfaatkan air zamzam sebagai lahan bisnis. Umumnya mereka menjual satu jerigen air berbagai ukuran dengan harga beragam. Namun paling mahal 10 real untuk ukuran jerigen lima liter.

Banyak orang di tanah air mengomentari bahwa air zamzam dapat menyembuhkan penyakit, termasuk penyakit “hati” manusia. Namun, belum sepenuhnya memahami bahwa melalui air zamzam Allah ingin memberi pembelajaran kepada umatnya melalui utusan-Nya, Nabi Ibrahim, tentang kewajiban manusia untuk menyembah Allah semata.

Tatkala Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail serta ibunya, Hajar, datang ke Mekkah, Ibrahim meninggalkan keduanya dengan membekali air dan kurma. Lantas, setelah beberapa lama, persediaan air habis. Naiklah Hajar ke Shafa dengan harapan, barangkali, dapat melihat seseorang untuk menolongnya.

Namun, Hajar tak melihat seorang pun. Larilah Hajar ke bukit Marwa, dengan tujuan serupa. Demikian Hajar bolak-balik antara Shafa dan Marwa sehingga sampai pada putaran ketujuh ia mendengar sebuah bunyi, yang ternyata Malaikat tengah mengepakkan sayapnya. Maka, muncullah mata air (zamzam). Dari situlah Hajar minum dan menyusui anaknya, Ismail. Kemudian datanglah ke Mekkah suatu kabilah dari Yaman, dengan sebutan Jurhum, dan menetap di sana.

Lagi-lagi, manusia tak bersyukur kepada Allah. Kesucian Ka`bah tercemar oleh kemusyrikan. Air mata zamzam pun mengering dan sumurnya pun ikut tenggelam sehingga tak diketahui seorang pun selama berabad-abad.

Adalah Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad SAW, bermimpi didatangi suara gaib, yang menyuruhnya menggali zamzam, yang sebetulnya berada persis di tempat sumur zamzam semula. Setelah digali, keluarlah air. Dan, Abdul Muthalib membolehkan siapa saja minum dari mata air tersebut Allah berkat dikabulkannya doa Ibrahim, sekaligus menjadi penentu berkembangnya kota Mekkah.

Ini juga sekaligus sebagai bukti nyata dan membawa manfaat bagi Masjidlil Haram.Air zamzam adalah air terbaik di muka bumi dari sumur tertua di dunia, berada di tempat paling suci di muka bumi. Air ini pula yang digunakan untuk mencuci hati RAsullallah lebih dari satu kali. Rasullallah pula pernah memberkatinya dengan air ludah beliau yang suci, air yang berfungsi sebagai makanan sekaligus obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan menjadikan badan seseorang sehat/kuat.

Itulah keutamaan air zamzam yang telah ada di muka bumi sejak 5000 tahun silam, sehingga dikatakan sebagai sumur tertua di muka bumi.

sumur-zamzam.jpg

Gambar letak sumur zamzam di bawah pelataran Ka’bah


Aksi

Information

12 responses

1 07 2008
Azmi Tambusai

Ya Allah…. Ketika membaca artikel ini…saya teringat kenangan saat berada dekat dengan Rumahmu dulu….Panggil dan pilihlah saya sebagai tamu mu ditanah Suci y Allah…

3 09 2008
dede

Subhanallah……..
Sesungguhnya Allah SWT sering menunjukkan kekuasaanNya kepada kita semua dengan jelas sekali…….
Tapi mengapa kita sering tidak sadar atau tidak kembali kepadaNya……???

eh ia kemarin saya pernah membaca sebuah artikel yang menyatakan”apakah benar air Zam-Zam yang digunakan oleh ummat islam benar-benar dari sumur Zam-zam ataukah dari sumber lain…??? pertanyaan itu timbul karena sumur Zam-zam tidak bisa lagi dilihat oleh ummat,,,??? bagi yang mengetahui masalah ini dengan jelas… harap balas komentar ini…..Syukran

3 09 2008
barjono

Air zam-zam seperti yg diminum oleh jamaah haji di Mekkah berasal dari sumur zam-zam yang asli. Sumur zam-zamnya sendiri tidak ditutup, yang ditutup adalah jalan masuk ke sumur zam-zam (yg dulu masuknya dari pelataran Ka’bah), dengan alasan untuk memperluas area pelataran di sekeliling Ka’bah.

16 10 2008
syarifudin

semoga lebih baik lagi

6 03 2009
harifah

subhanallah,,,,,,,
sungguh maha besar Allah,,,,,

2 08 2009
azraei

sesungguhnya Allah maha besar

26 09 2009
SITI AMINAH

SUBHANALLAH,,,,,
SUNGGUH Aiiah maha besar

15 03 2010
tiwi

Subhanalloh…walhamdulillah…walailahailalloh…wallohu akbar,,,
maha suci Engkau Ya Robb yang menciptakan sesuatu tanpa ada cela sedikitpun…
jadi pengen naek haji…

21 05 2010
nupi

jadi pengen ke sana, ya Allah… jadikanlah saya dan keluarga saya sebagai tamu di sana…. Amin…

28 05 2010
Eka Supratman

Subhanallah,, Ya Allah jadikan hamba & keluarga hamba tamu dirumah-Mu. Amin

22 07 2010
Rika Nuryanti,SSi, Apt

Subhanallah…

19 04 2011
lukman hakim

Ya Allah……, berikanlah kesempatan pada saudara2ku yg belum pernah ke Masjidlil Haram dan Masjid Nabawi untuk dapat segera datang kesana, karena tidak ada kenikmatan yg setara dengan beribadah di kedua Masjid tersebut……… Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s