Hukum Mengucapkan Selamat Natal

5 12 2007

Oleh : Indra Darma 

Assalamu’alaikum wr.wb.,

Kepada saudara Kita yang terhormat,
Mengucapkan “Selamat Natal” sudah ditentukan haram oleh sebagian besar ulama di manca negara dengan alasan yang sama. Dalam perkara ini, memang Ada yang menyatakan boleh. Tetapi sebaiknya Kita sangat berhati-hati terhadap orang kafir Dan agama mereka. Kalau Ada sebagian kecil ulama yang menyatakan boleh maka sebaiknya Kita mencaritahu terlebih dahulu tentang siapa diri mereka Dan argumentasinya seperti apa. Ini disebabkan kenyataan bahwa Ada orang yang bersifat sangat liberal sekarang Dan inginkan supaya Islam menjadi lemah, pluralis, terbuka Dan mudah diterima di negara barat. Contoh dari Nabi (saw.) tidak selalu menjadi patokan bagi mereka.
Keyakinan sebagian orang bahwa perkara ini tergantung niat Kita adalah pendapat yang agak keliru. Justru salah satu fungsi dari ulama adalah memberikan Kita fatwa berkaitan dengan hal seperti ini supaya Kita tidak menjadi kaum yang sesat. Kalau setelah menerima fatwa yang jelas dengan dalil Dan bukti yang jelas, Kita masih bersikap “tergantung niat Kita/ulama tidak perlu didengarkan” maka sudah pasti bahwa Islam akan hancur (cepat atau lama) karena hal yang persis sama telah terjadi di agama2 yang lain.
Coba berfikir begini: mengucapkan “Selamat Natal” adalah sama dengan mengucapkan “Selamat Atas Kelahiran Tuhan Dalam Bentuk Manusia Yang Disalibkan Untuk Menebus Dosa Kita Semua! Selamat Ulang Tahun Ya Tuhan!”
Tentu saja ucapan seperti ini adalah syirik, karena Tuhan tidak pernah lahir sebagai manusia dengan sekaligus tetap sebagai Tuhan Yang Maha Esa, Dan tidak pula bisa dibunuh.
Apakah anda mau melakukan syirik Dan mengucapkan kalimat yang panjang itu (atau versi singkatnya: Selamat Natal), hanya dengan alasan menghormati atau berbuat baik kepada orang kafir yang dila’nat Allah swt?

ALLAH MUSUH ORG KAFIR
[2.98] Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat- Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril Dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. (Al Baqarah QS: 2.98)

Allah swt. Mela’nat Dan memusuhi orang kafir, tetapi Ada orang yang ingin berbuat baik kepada mereka dengan cara ikut merayakan Hari besar mereka di mana mereka merasa yakin Tuhan lahir dalam bentuk manusia. Sebaiknya, Kita menjaga diri Dan tidak ikut2an bersama mereka walaupun hanya sebatas ucapan.

Dari Ibnu Umar Ra. Berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk di antara mereka. (HR Abu Daud)

Mereka mengucapkan. Kita balas mengucapakan. Berarti Kita menyerupai mereka.
Allah sudah menentukan Islam sebagai agama yang benar, Dan hanya Islam yang diterima di sisi-Nya.

HANYA AGAMA ISLAM YANG DITERIMA ALLAH
85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, Dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
(Ali Imron QS: 3.85)
[Ayat ini mirip 3.19 : agama yg diridhoi di sisi Allah hanya Islam]

Allah sudah membuat posisi-Nya jelas. Sekarang terserah Kita: apakah Kita mau tetap setia pada Kemauan Allah? Atau apakah Kita mau tetap setia pada kemauan manusia yang sesat?

YAHUDI/NASRANI TDK SENANG HINGGA KAMU IKUTI AGAMA MEREKA
120. Orang-orang Yahudi Dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung Dan penolong bagimu. (Al Baqarah QS: 2.120)

Silahkan memilih sendiri. Saya tidak mau ambil risiko bahwa ucapakan Selamat Natal dicatat para malaikat sebagai syirik. Karena kalau memang begitu, maka saya akan kena dosa besar, yang tidak diampuni, Dan akan masuk neraka hanya karena ingin menghibur hati tentangga/saudara yang dihitung Musuh Allah oleh Allah sendiri.

Kalau orang tua saya telfon Dan mengucapkan Selamat Natal, maka saya jawab dengan “terima kasih” Dan tentu saja saya sudah jelaskan bahwa saya tidak boleh mengikuti acara natal lagi. Walapun begitu, mereka masih telfon saya setiap tahun Dan selalu kirim kado.
Agama Allah sudah jelas. Ajaran Dan hukum Islam sudah jelas. Saya tidak mau menjual ayat Allah atau hukum Allah dengan biaya yang sedikit. Saya ingin berpegang pada ajaran Allah Dan contoh Nabi Muhammad (saw.) dengan cara berhati-hati terhadap hal yang tidak 100% jelas, terutama kalau perkara itu datang dari agama lain yang dila’nat Allah.

Hadits Nabi dari Nu`man bin Basyir : “Sesungguhnya apa apa yang halal itu telah jelas Dan apa apa yang haram itu pun telah jelas, akan tetapi diantara keduanya itu banyak yang syubhat (seperti halal, seperti haram) kebanyakan orang tidak mengetahui yang syubhat itu. Barang siapa memelihara diri dari yang syubhat itu, maka bersihlah agamanya Dan kehormatannya, tetapi barang siapa jatuh pada yang syubhat maka berarti IA telah jatuh kepada yang haram, semacam orang yang mengembalakan binatang makan di daerah larangan itu. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan Dan ketahuilah bahwa larangan Allah ialah apa-apa yang diharamkan-Nya (oleh karena itu hanya haram jangan didekati).”
Coba anda carikan hadiths di mana Nabi SAW mengucapkan Selamat Natal. Kalau ada, saya belum pernah melihatnya. Dan dengan demikian, mengucapkan kalimat itu, yang tidak pernah diucapkan Nabi SAW adalah bid’ah. Kalau ini adalah perkara yang baik untuk kaum Muslimin, maka tentu saja Nabi Muhammad SAW sudah mulai terlebih dahulu dengan tetangganya yang beragama Kristen.

SETIAP BIDAH ADLH SESAT
Dari Jabir ra. yg berkata : Bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda dalam khutbah Jum’at : “Amma Ba’du, Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitab Allah (Al-Qur’an), dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW dan sejahat-jahatnya perbuatan (dalam agama) ialah yang diada-adakan, dan setiap bid’ah (yang diada-adakan) itu adalah sesat.”(H.R. Muslim)

Ada dua pilihan bagi kita:

1. Memilih jalan Allah yang jelas dan juga contoh Nabi Muhammad SAW yang jelas dengan tinggalkan perkara syirik, syubhat dan bid’ah.
2. Atau silahkan mengikuti kemauan orang kafir (dengan mengucapkan Selamat Natal). Dan sekaligus, silahkan mengucapkan “Selamat berzina”, “Selamat bermabuk-mabukan”, dan lain sebagainya. Kaum yang kafir terhadap agama Allah tidak hanya “senang” pada saat Natal, jadi kalau anda ingin “menghibur hati mereka” pada saat natal, semoga anda juga mau menghibur mereka pada saat mereka berangkat untuk berbuat dosa-dosa lain (yang dianggap halal bagi mereka juga).

Wallahu a’lam bish-shawab.

Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto
Http://www.mualaf.com
Silahkan lihat juga di sini:

Syariah Online: Hukum Mengucapkan Selamat Natal
http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/1/cn/5799

Fatwa Majelis Indonesia: Hukum Natalan Bersama
http://www.mui.or.id/mui_in/fatwa.php?id=71

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Tambahan dari Admin : Fatwa MUI tahun 1981 mengenai perayaan Natal Bersama

Lihat di sini


Aksi

Information

3 responses

5 12 2007
baiturrahmanvni

Ass wr wb
Terima kasih Pak Indra atas partisipasinya dalam website kita. Siapa lagi yang mengisi website kita dengan dakwah kalau bukan kita-kita sendiri. Kita tunggu partisipasi teman-teman yang lain yang tentunya punya ilmu lebih tinggi dari saya yang fakir ini. Hadits Qudsi : “Barangsiapa menyembunyikan ilmu, niscaya Allah akan mengekangnya dengan kekang dari api Neraka.” (HR. Ahmad, hadits shahih).
Wass wr wb

16 12 2010
A Nizami

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al Maa-idah 2]

“Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan: (1) yang memerasnya, (2) yang minta diperaskannya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5) yang minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang makan harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya.” (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)

Dari Jabir ra bahwasanya Rasulullah SAW melaknat para pemakan riba, yang meberikannya, para pencatatnya dan saksi-saksinya.” Kemudian beliau bersabda, “Mereka semua adalah sama”. (HR. Muslim).

Allah memerintahkan kita untuk tolong-menolong dalam hal kebaikan. Sebaliknya Allah melarang keras tolong-menolong dalam hal kejahatan. Dari hadits tentang riba dan arak kita tahu dosanya mengenai bukan cuma pelaku riba atau peminum arak. Tapi siapa pun yang terlibat termasuk saksi atau pun yang cuma mengantarkan minuman. Demikian pula untuk dosa lain seperti Syirik.

Nah kita tahu bahwa pada hari Natal, ummat Kristen merayakan hari lahir Yesus yang mereka anggap Tuhan mereka. Tuhan Anak! Itu adalah dosa Syirik. Dan Syirik itu adalah dosa terbesar yang tidak terampuni. Nah jika terhadap dosa yang lebih kecil seperti Riba dan Minum Arak saja kita dilarang turut membantu, bagaimana dengan mengucapkan “Selamat Natal” yang merupakan satu doa kepada orang yang tengah merayakan kemusyrikan?

Baca selengkapnya di sini:
http://media-islam.or.id/2010/12/14/haram-hukumnya-mengucapkan-selamat-natal

8 05 2011
salahkah aku mengucapkan selamat hari natal dan tahun baru 2009? | DNA-KU.INFO

[…] pendakwah tersebut adalah bahwa mengucapkan selamat hari raya natal itu adalah HARAM. dapat dibaca di sini, di sini, dan di sini (yang lain cari sendiri).sebenarnya prinsip yang ku pegang selama ini […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s