Mengenal Penanggalan Hijriah

7 01 2008
Tahun Hijriah disebut juga Tahun Qomariyah, adalah sistim penanggalan Islam yang didasarkan atas peredaran bulan [qomariyah]. Penamaan yang lebih populer adalah ‘Tahun Hijriah’. Karena awal tarikh hijriah dihitung dari hijrahnya Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, dari Mekah ke Madinah. Sedangkan sistim penanggalan yang didasarkan pada waktu perputaran bumi mengelilingi matahari disebut sistim penanggalan Syamsiah atau disebut juga kelender Masehi. Karena didasarkan pada awal kelahiran Isa Almasih.
Hijrah berasal dari kata yang artinya: memalingkan muka dari seseorang dan tidak memperdulikan lagi.Seorang muslim yang terpaksa meninggalkan kampung halaman atau tanah airnya karena agama disebut Muhajir. Yang dianggap hari hijrah ialah hari tanggal 8 Rabi’ul Awwal – 20 September 622M. Penetapan tahun Hijriah dilakukan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, Tepatnya pada tahun ke-empat ia berkuasa, yakni hari Kamis, 8 Rabi’ul Awwal 17 H.
Tarikh Islam mulai dihitung dari tanggal 1 Muharram, yaitu 15 Juli 622 M. Menurut perhitungan, tarikh islam kira-kira 11 hari lebih singkat dari tahun menurut perhitungan peredaran matahari. Sedikit informasi untuk menghitung bagaimana tahun hijriah (H) bertepatan atau sebaliknya dengan tahun masehi (M) maka dapat dipakai rumus M = 32/33 ( H+622 ) atau sebaliknya H = 33/32 (M-622).
Sebelum penetapan tahun Hijriah, dari masa ke masa, orang Arab menandai tahun berdasarkan peristiwa-peristiwa penting. Seperti penamaan ‘Tahun Azan’ sebagai tahun pertama, karena pada saat itulah di syari’atkan azan. Atau penamaan ‘Tahun Wada’ yang artinya ‘perpisahan’ sebagai tahun kesepuluh. Sebab pada masa itulah, Nabi melaksanakan ‘haji wada’ yang merupakan haji terakhir sebagai perpisahan dengan kaum muslimin.Ketika Rasulullah lahir, tahunnya dinamakan Tahun Gajah, karena pada tahun tersebut bersamaan dengan terjadinya serangan tentara bergajah yang hendak menurunkan Ka’bah.
Perhitungan tahun qamariah sendiri sudah dikenal jauh sebelum Islam. Satu tahun qamariah lamanya 354 hari,8 jam, 47 menit dan 46 detik. Terdiri dari 12 bulan, masing-masing lamanya 29 hari, 12 jam, 44 menit dan 3 detik. Perhitungan waktu berdasarkan matahari dan bulan disebut dalam Al Qur’an [ QS Yuunus; 10:5] “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dia tentukan perjalannya, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan hisab. Allah menjadikan tidak lain kecuali dengan benar……………….”
Tahun Hijriah terdiri dari 12 [dua belas] bulan dengan jumlah hari 30 dan 29 yang silih berganti setiap bulan. Yakni : Muharram, Shafar, Rabi’ul Awwal, Rabi’ul Akhir, Jumadil Awwal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqaidah, Dzulhijjah. Penetapan bulan sebanyak 12 ini, sesuai dengan firman Allah SWT [At Taubah; 9:36] “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan; dalam ketetapan Allah, sejak hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya empat bulan yang dihormati [ Muharram, Rajab, Dzulqaidah dan Dzulhijjah]. Demikian itulah ketetapan agama yang lurus, …………….”
Wallahu a’lam

Aksi

Information

One response

1 01 2010
jalius_ hr

————————
اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَ حْمَةُا تُهُ اللهِ وَبَركَا تُهُ
————————

Penjelasannya tentang sistem penanggalan tahun Qomariah dan syamsiah sudak cukup baik dan jelas. Namun demikian ada sedikit kekeliruan, yakni prenyataan anda tentang:

……..”Tarikh Islam mulai dihitung dari tanggal 1 Muharram, yaitu 15 Juli 622″…….. Pernyataan ini tidak memiliki dasr hukum yang kuat, hanya ketetapan yang bersifat emosional, dan tidak logis.

Pada hal anda sudah mengutip ayat al-quran;

……..”Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dia tentukan perjalannya, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan hisab.”…….

Ayat tersebut sangat jelas mengandung kedua sistem penanggalan dan perhitungan tahun yang telah di uraikan di atas. Sangat keliru lagi kalau perhitungan tahun masehi tidak tidak termasuk kedalam sistem perhitungan orang Islam.

Kedua sistem perhitungan tanggal dan tahun sangat berguna dalam kehidupan muslim. Sistem penanggalan masehi dapat digunakan untuk menentukan perhitungan iklim dan musim (misalnya). sedangkan sistem penanggalan Qomariah sangat penting untuk menetapkan jadwal-ibadah (misalnya).

Makna ayat al-Quran tersebut jangan hanya dipilih hanya satu sistem saja. Coba anda bayangkan dalam kehidupan sehari-hari sepanjang masa hampir semua muslim dewasa ini mencatat tanggal lahirnya menggunakan kalender masehi. Suka atau tidak itulah ketentuan Allah, baik dalam firmanNya maupun dalam ciptaanNya.

Berfikir, dan berfikir kembali adalah pelita hati !

Banyak maaf.
Wassalam

Jalius.HR
di Lubuk Buaya Padang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s