Makna Seruan Adzan

7 02 2008

Menurut Said Jibair, bahwa Ibnu Abbas seringkali menangis ketika mendengar adzan. sampai sampai surbannya basah oleh airmata. Ketika ada yang menanyakan mengapa begitu? Ibnu Abbas menjawab, ” Seandainya semua orang tahu makna seruan muadzin itu, pasti tidak akan dapat beristirahat dan tak akan dapat tidur nyenyak.”

Selanjutnya Ibnu abbas menjelaskan makna satu persatu dari kalimat adzan tersebut. Dikatakan bahwa seruan Allahu Akbar mengandung makna seakan akan ada kalimat, “Wahai sekalian manusia yang sedang sibuk mengurusi harta duniawi, berhentilah sejenak. sambutlah seruan ini. Istirahatkanlah badanmu dan segeralah beramal baik demi kepentingan dan keuntungan dirimu sendiri.”

Lalu jika diserukan asyhadu anlaa ilaaha illalaah seakan akan muadzin berkata, “aku mohon persaksian semua masyarakat langit dan bumi, bagiku di sisi Alloh kelak di hari kiamat bahwa : aku telah menyeru kalian!.

Berikutnya kalimat asyhadu anna muhamadan rasulullaah, seakan akan muadzin berkata kepada kita, “aku mohon persaksian dari para Nabi (khususnya) Muhammad saw. kelak di hari kiamat, bahwa aku telah memberitahu kepada kalian setiap hari lima kali.”

Kalimat hayya alaash shalaa, seakan akan muadzin berkata, “sungguh, Allah telah menegakkan sholat bagi kalian, maka tegakkanlah sholat itu.”

Kalimat hayya alal falaah, mengandung makna, “Masuklah kalian dalam rahmat dan peganglah petunjuk petunjuk bagimu!”

Lalu seruan Allahu Akbar, mengandung makna. “segala pekerjaan (urusan duniawi) terlarang bagimu, sebelum kamu melaksanakan sholat.”

Dan kalimat, laa ilaaha illaallaahu mengandung makna, “Inilah amanat tujuh lapisan bumi-langit, sudah berada dipundakmu, maka terserah kalian, akan kau laksanakan atau tidak!.

Namun hal hal seperti itu jarang kita pikirkan. Kita memandang bahwa shalat adalah kegiatan rutinitas yang dilaksanakan lima kali dalam dua puluh empat jam. Tak ada esensi yang menarik hati kita. shalat yang kita kerjakan hanya semata-mata pelengkap identitas bahwa kita adalah orang Islam. Dimana salah satu ciri orang Islam adalah menjalankan sholat lima waktu. Inilah pikiran yang keliru. Kalau kita menganggap sholat sekedar demikian itu, maka akan membahayakan agama kita.

Dari buku : CELAKA ORANG YANG SHOLAT , Ahmad Fadlil Nasrullah. S. Ag

Aksi

Information

3 responses

31 01 2009
f4jrie

saya copy yah tulisannya..
thanks

12 04 2010
Fajar

assalamualaikum wr. wb
tolong penjelasan tentang adzan waktu hujan berangin
terima kasih

29 06 2012
Adhie Seorang

mohon ijin copy y

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s