Sedekah Menolak Musibah

13 06 2008

Pernah ada si Fulan yang pekerjaannya mengambil anak burung. Di antara sekian banyak burung yang diambilnya ada dua burung yang tidak rela anaknya diambil. Kemudian dua ekor burung tadi mengadu kepada Allah SWT atas perbuatan si Fulan tersebut dan menginginkan si Fulan dibinasakan apabila dia mengulangi perbuatannya. Allah SWT berjanji akan memenuhi permintaan dari kedua burung tersebut.

Suatu ketika si Fulan ini berjalan dan mendapati seorang gelandangan yang matanya buta dan kelaparan. Setelah ditunggu beberapa saat dan tidak ada seorangpun memberi sedekah kepada gelandangan yang buta tersebut, maka si Fulan tergerak hatinya untuk memberi sedekah berupa sebungkus makanan. Hari itu juga si Fulan kembali mengambil anak burung seperti hari-hari sebelumnya dan pulang dalam kondisi selamat. Kedua ekor burung tadi kemudian menyampaikan protes kepada Allah SWT dan Allah menjawabnya Wahai hamba Ku, sesungguhnya kalian tidaklah tahu, bahwa Aku tidaklah membinasakan (memberi musibah) pada seseorang yang bersedekah pada hari itu dengan kematian (musibah) yang menghinakan” (1) (Hadist Riwayat Ibnu Hajar dari Imam Abu Hurairah ra)

Hari Rabu, 5 November 2003, di Bogor seorang ibu yang sudah lanjut usia telah kecopetan sebesar kurang lebih 1 juta rupiah didalam mobil angkutan kota.

Siang hari itu setelah melewati antrian yang sangat panjang dan menunggu dalam kelelahan, akhirnya ibu tersebut bergegas keluar dari sebuah gedung tempat pembayaran pensiunan ABRI di jalan Ir .H. Juanda.

Setelah sampai diluar pagar langsung saja menaiki salah satu mobil angkot yang nampaknya sudah stand by sejak beberapa waktu yang lalu. Angkot nampak penuh sesak oleh penumpang yang mayoritas ibu-ibu pensiun ABRI dari berbagai angkatan, terkecuali 1 orang laki-laki yang masih muda dan membawa tas yang berukuran cukup besar.

Semenjak awal si ibu ini merasa aneh dengan kelakuan dan gerak-gerik anak muda tersebut. Apalagi saat si pemuda ini pindah tempat duduk kesebelah ibu tua tadi. Ada gerakan gelisah dari pemuda tersebut saat mana tas yang dibawanya dengan sengaja ditumpangkan sebagian pada bagian tangan si ibu tua tersebut yang sedang menggenggam tas yang berisi uang pensiunan.

Saat sampai di depan Lapas Paledang, mobil angkot 02 jurusan Sukasari – Bubulak berhenti. Seluruh penumpang terkecuali pemuda tadi, keluar dari mobil angkot tersebut. Pada saat selesai membayar ongkos angkot, tiba-tiba seperti ada bisikan yang mengingatkan si ibu tua tadi, secara reflek ia melihat dan memeriksa tasnya. Astagfirullah ……. uang pensiunannya raib. Seketika itu pula si ibu ini melihat ke dalam angkot dan pada saat yang bersamaan ia melihat ada sesuatu yang dijatuhkan oleh sipemuda tersebut. Hah …… ini uang saya, kamu telah mengambilnya ….kamu mencopetnya.

Seketika itu timbul kegaduhan di dalam mobil angkot, sementara itu beberapa tukang becak yang mangkal di depan lapas ikut menyaksikan kejadian yang amat menghebohkan dan tanpa ampun menyeret sipemuda ini keluar angkot. Bag …..bug ……uhh …..beberapa bogem mentah dari para tukang becak segera melayang kemuka pemuda pencopet yang malang tersebut. Sebentar kemudian darah mulai bercucuran dari lubang hidung dan mulut si anak muda tersebut akibat akumulasi pukulan dari para tukang becak yang marah akibat ulahnya terhadap si ibu tua tadi.

Akhir cerita, si ibu berhasil mendapatkan kembali uang pensiun yang baru saja diambilnya di KBN Bogor, sedangkan sipemuda tukang copet yang apes tadi digelandang di kantor polisi yang letaknya tidak jauh dari lokasi kejadian dan berada tepat di samping Matahari Department Store, atau persis di depan Taman Topi, Bogor.

Hasil pemeriksaan terhadap tersangka tukang copet tersebut, menunjukan bahwa memang dia berprofesi sebagai tukang copet dan sering beroperasi di wilayah Bogor. Di dalam tasnya yang besar tidak ditemukan barang-barang berarti, terkecuali kertas karton dus warna coklat dan hanger baju. Dalam dompetnya ditemukan pula sejenis jimat yang ditulis dengan huruf arab dalam lembaran kertas yang dilipat rapi (Wafaq).

Dari cerita tersebut di atas kita akan bertanya-tanya, amalan apakah yang dilakukan si ibu sehingga ia terhindar dari musibah tadi …… ?? Ternyata saat sebelum keluar dari pintu pagar KBN, si ibu ini sempat memberi sedekah uang pada beberapa orang pengemis yang ada di lokasi tersebut dengan penuh keikhlasan, sebelum selanjutnya naik angkot 02, untuk pulang ke rumah. Subhanallah Allah Maha Pengasih dan Penyayang.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s