Nilai Diri Adalah Keimanan Dan Akhlak

22 01 2008

Ada seorang miskin, mengenakan kain usang, pakaian lusuh, perut lapar, kaki tak beralas, berasal dari garis keturunan yang tidak terhormat, tidak punya kedudukan, harta dan keluarga besar, tidak punya rumah untuk berteduh, tidak punya perabotan berharga, minum hanya dari air kolam umum yang diambil dengan gayung kedua tangannya, tidur di masjid, tidur hanya berbantalkan tangan dan berkasur pasir bercampur kerikil. Namun begitu, dia adalah seorang yang selalu berdzikir kepada Rabbnya, selalu membaca Kitab Allah, dan selalu berada pada shaff terdepan dalam shalat maupun dalam perang.

Suatu ketika dia lewat di dekat Rasulullah, Lalu Rasulullah memanggil namanya dengan nyaring, “Wahai Julaibib, tidakkah kamu menikah?” Orang itu menjawab, “Wahai Rasulullah, siapakah yang mau menikahkan putrinya denganku? Aku tidak punya kedudukan dan tidak pula harta.”

Baca entri selengkapnya »